Categories: FeaturedNews

Depan Bupati Ayahwa, Gubernur Mualem ; Abrasi Lhok Puuk Segera Kita Tangani

ACEH UTARA – Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf (Mualem) bersama Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE., MM (Ayah Wa), meninjau langsung kawasan pantai Gampong Lhok Pu’uk, Kecamatan Seunuddon, pada Minggu 16 November 2025, untuk melihat kondisi abrasi yang semakin meluas dan berdampak terhadap permukiman warga.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai respons atas laporan masyarakat mengenai kerusakan pantai yang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Hadir mendampingi rombongan Ketua Komisi IV DPRK Aceh Utara Bukhari, SE, Ketua Komisi V Razali Juned (Tgk. Jeunib), anggota DPRK Aceh Utara Abdullah M. Amin (Tgk. Meulaboh), Teuku Otman (Ayah Ot), serta Kepala Dinas PUPR Aceh Utara Ir. Jaffar, ST., MT.

Gubernur Aceh menegaskan bahwa pemerintah akan menyiapkan langkah cepat guna mengatasi abrasi yang telah mengancam ratusan kepala keluarga.
“Insyaallah, penanganan darurat akan segera kita lakukan. Pemerintah Aceh berkomitmen menangani abrasi di Lhok Pu’uk secepat mungkin,” ujar Mualem.

Ia menambahkan bahwa pemerintah juga tengah menyiapkan rencana jangka panjang untuk memastikan perlindungan kawasan pantai ke depan.

Bupati Aceh Utara Ayah Wa menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur yang turun langsung ke lokasi. Ia menyebut abrasi telah merusak badan jalan, fasilitas umum, serta mengganggu aktivitas harian warga.
“Kehadiran Pak Gubernur memberi harapan besar bagi masyarakat. Kami berharap proses penanganan dapat segera dimulai,” ujar Bupati.

Perangkat desa Lhok Pu’uk menjelaskan bahwa abrasi telah berlangsung bertahun-tahun dan semakin parah saat pasang purnama. Sebanyak 38 kepala keluarga telah kehilangan tempat tinggal, sementara 214 kepala keluarga lainnya berada dalam kondisi rawan. Secara keseluruhan, terdapat 475 kepala keluarga yang terdampak abrasi.

Mayoritas lahan warga memiliki sertifikat resmi. Kerusakan semakin parah sejak pemasangan batu gajah di perbatasan Lhok Pu’uk dan Matang Puntong pada tahun 2011.

Masyarakat meminta pemerintah segera melakukan penanganan darurat dan pembangunan pengaman pantai secara menyeluruh agar abrasi tidak terus meluas. Pemkab Aceh Utara memastikan akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh dan instansi terkait untuk memastikan penanganan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

|RIL|DIMAS

Bagikan Postingan
Sambo

Recent Posts

Bupati Al-Farlaky Percepat Pembangunan Huntap Serba Jadi

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., memimpin rapat bersama warga…

23 hours ago

Dentuman Rapai Menggema Hingga Dini Hari

LHOKSUKON – Sebanyak 50 tim Rapai Pase menabuh rapai (alat musik tradisional) di Desa Dayah…

23 hours ago

Pupuk Indonesia Dukung Regenerasi Atlet Angkat Besi Melalui Kejurnas Angkat Besi Youth & Junior 2026

Semarang – PT Pupuk Indonesia (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan olahraga nasional. Komitmen…

23 hours ago

Syekh dan Ketua Grup Terima Penghargaan Dalam Pertunjukan Budaya Duel Akbar 50 Rapai Pase

LHOKSUKON – Sebanyak 16 pemimpin rapaiyang terdiri syekh dan ketua grup menerima piagam penghargaan atas dedikasi danpengabdian…

23 hours ago

Rumoh Rapai Pase Dideklarasikan dalam Pertunjukan Budaya Duel Akbar 50 Rapai Warisan Indatu dan Gen Z

LHOKSUKON – Rumoh Rapai Pase dideklarasikan dalam Pertunjukan Budaya Duel Akbar 50 Rapai Pase yang mempertemukan Blah Nou Krueng…

23 hours ago

Bupati Al-Farlaky Buka Khitan Massal Baitul Mal, 118 Anak Terima Layanan dan Santunan

ACEH TIMUR – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Baitul Mal Kabupaten Aceh Timur menggelar kegiatan…

23 hours ago

This website uses cookies.