Categories: Polhukam

Rekam Ingatan Konflik Aceh dari Lensa Kamera

PERJANJIAN damai antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Republik Indonesia, memasuki usia 20 tahun tepat 15 Agustus 2025 nanti.

Lebih dari 35 tahun konflik berkepanjangan di bumi Aceh itu diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan damai di Finlandia. Bukan hanya mereka yang berperang mempertaruhkan nyawa di medan laga.

Wartawan kelompok terjepit, menyisir sudut GAM dan TNI pada waktu bersamaan.

“Nyawa diujung tanduk,” kenang Armiadi, salah satu wartawan peliput perang di Lhokseumawe, Kamis (14/8/2025).

Masih jelas diingatannya, Sabtu, 18 Oktober 2003, malam. Saat itu, dia bersama temannya Zainuddin, berkeliling Lhokseumawe. Berpapasan dengan truk pengangkut tentara.

Ketika di Simpang Keude Aceh, Kota Lhokseumawe, truk tentara lengkap dengan sebo itu menumpahkan seluruh penumpang. Menghentikan motor mereka. Langsung menodongkan senjata laras panjang.

“Kami wartawan RRI,” teriak Armia menirukan peristiwa itu.

Truk itu mengira motor yang ditumpangi Armia menjadi ancaman. Menuduh mereka personel GAM.

Mereka pun dibawa ke Stadion Tunas Bangsa. Meski meluarkan kartu pers, introgasi tetap dilakukan. Mereka dipaksa mengaku personel GAM. Setelah itu, keduanya dibawa ke bawah jembatan Cunda, Lhokseumawe.

Armia berpikir, inilah waktunya tiba menghadap sang pencipta.
“Salah kami apa, kami wartawan,” terang Armia bersitegang.

Belakangan, mereka dibawa dibawa ke seorang pria yang diduga komandan pasukan itu.

Setelah debat panjang hingga pukul 13.00 WIB, akhirnya meeka dibebaskan. Disuruh melapor ke komando operasi di Cunda Lhokseumawe.
Cerita lainnya datang dari Armia Jamil, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kota Lhokseumawe. Dia memulai liputan perang 1997 silam.

Masih jelas diingatannya peritiswa 1998, saat meliput baku tembak antara TNI dan GAM di Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara. Salah satu daerah basis yang dikuasi GAM.

Saat itu, Armia bersama sejumlah wartawan lainnya diminta meninggalkan lokasi oleh TNI. “Jika tidak, maka ditembak,” kenang Armia.

Moncong senjata M16 telah diarahkan. Jantung seluruh wartawan berdegup lebih kencang. Bahkan, sanking paniknya, pintu mobil nyaris tak bisa dibuka. Takut akan ancaman tembakan itu.

“TNI sudah menembak ke atas sebagai peringatan. Itu yang membuat kami panik,” terangnya.

Ancaman tembakan kerap terjadi saban hari. “Jadi kalau sekarang ada ancaman ke wartawan, janganlah. Dulu lebih kejam, masak era damai masih ada model ancaman,” katanya.

Dia menyebutkan,keluar dan masuk hutan menjadi pengalaman tersendiri. Prinsip jurnalis berimbang akan peristiwa harus dilakukan. Menerima komentang TNI dan GAM pada waktu bersamaan.

Belum lagi seluruh kerjaan itu tidak didukung teknologi. “Masih ada cerita kaset hasil rekaman dikirim ke Medan untuk seterusnya dikirim ke redaksi di Jakarta lewat internet. Jaringan internet masih sangat lelet waktu itu di Aceh,” pungkasnya.

Kini, damai sudah 20 tahun. Seluruh rakyat bersuka cita, tanpa perang dan air mata. Berharap kemajuan dan kemakmuran akan tiba. Tanpa kemiskinan dan seluruh penderitaan rakyat nan berkepanjangan.

|KOMPAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Nah Lo, 6 Bulan Sudah Lintas Bener Meriah-Aceh Utara Rusak Parah

BENER MERIAH - Jalan lintas provinsi menghubungkan Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah, Provinsi…

11 hours ago

Ketika Krueng Peuto Meluap Lagi: Kesedihan Warga Tiga Desa Menghadapi Banjir Berkali-kali…

ACEH UTARA — Minggu dini hari, 24 Mei 2026, ketika sebagian besar warga masih terlelap,…

20 hours ago

Simpang Ulim Jadi Pusat Takbir Keliling Idul Adha, Bupati Al- Farlaky Ajak Meriahkan Syiar Islam

Aceh Timur – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si mengajak seluruh masyarakat untuk…

20 hours ago

Pemkab Aceh Timur Serahkan Ribuan Data Korban Bencana Tahap II ke Kemendagri

IDI — Pemerintah Kabupaten Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus mempercepat proses pemulihan pascabencana dengan menyerahkan…

1 day ago

Warga Imbau Tidak Dekati Area Sumur Bor Gas di Blang Rubek

ACEH UTARA – Warga memasang spanduk larangan mendekati area sumur bor gas di kawasan perkebunan…

1 day ago

Saat TA Khalid Video Call Menteri PU, Percepat Pembangunan Jembatan Sawang Aceh Utara

Harapan baru mulai menyelimuti warga Desa Gunci dan Desa Sawang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara,…

1 day ago

This website uses cookies.