Categories: Polhukam

Melihat Korban Tragedi Simpang KKA setelah 20 Tahun Perdamaian Aceh

 

HARI itu, Muhammad Syukur (40) bersama kakaknya Sri Wahyuni dan sang ibu Kamaliah Amin di Cot Geureundong, Kabupaten Bireuen, Rabu (6/8/2025).

Muhammad Syukur satu dari sekian banyak korban peristiwa berdarah yang dikenal dengan nama Tragedi Simpang KKA, 3 Mei 1999. Pria ini terkena tembakan di perut dan kini mengalami gangguan jiwa.

Masih jelas diingatan sang ibu Kamaliah Amin (73) peristiwa puluhan tahun lalu itu. Saat itu, Syukur sebagai santri di salah satu pesantren tak jauh dari lokasi kejadian. Usianya 14 tahun.

Keluarga di Bireuen mencari informasi kebenaran informasi tentag Syukur. Belakangan diketahui dia sekarat dan terpaksa dilakukan ke Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh.

Peristiwa itu pula memupus seluruh cita-citanya. Hingga kini, belum ada upaya serius dari pemerintah untuk pemulihan trauma.

Koordinator Forum Komunikasi Korban dan Keluarga Korban Tragedi Simpang Kertas Kraft Aceh ( FK3T-SPKKA ) Kabupaten Aceh Utara Murtala mengatakan telah 26 tahun paska kejadian namun hingga kini tak ada yang mendengar suara mereka.

Walaupun negara telah mengakui tragedi Simpang KKA sebagai pelanggaran HAM berat, para korban masih ragu negara akan menunaikan semua hak korban dan menyeret pelaku ke persidangan.

Lebih jauh Murtala, mengatakan, Aceh tidak punya rencana induk atau masterplan pemulihan korban konflik secara khusus, akibatnya, korban tidak terberdayakan.

”Kebutuhan korban bukan hanya ekonomi, melainkan juga pemulihan trauma dan keadilan,” kata Murtala.

Tepat 15 Agustus 2025 ini, perjanjian damai antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka berusia 20 tahun. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan. Agar damai bukan sebatas ucapan, namun dirasakan dampaknya oleh keluarga korban.

|KOMPAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Gerak Cepat Salurkan Bantuan Penanggulangan Asap di Kerumutan, Pelalawan

Pelalawan– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) gerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan upaya…

8 hours ago

Tak Ada Pen, Syukri Pulang: Patah Tulang Harus Menunggu Sepekan di Aceh Utara?

ACEH UTARA — Bukan hanya rasa sakit akibat tulang kaki yang patah yang harus ditahan…

15 hours ago

3 Pemain Bola Disambar Petir, 1 Tewas, 2 Kritis di Aceh Timur

IDI – Sebanyak tiga pemain bola di Desa Pante Panah, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh…

2 days ago

Dosen PPPK Jadi PNS Langsung Tanpa Tes, Prabowo Perlu Tiru Kebijakan Era SBY

Wacana alih status dosen berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi Pegawai Negeri Sipil…

2 days ago

Bupati Al-Farlaky Pimpin Rapat Percepatan Huntap, Tekankan Data Akurat dan Kualitas Pembangunan

Aceh Timur– Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I,M.Si memimpin rapat percepatan pembangunan hunian tetap…

3 days ago

Pupuk Indonesia Tingkatkan Produktivitas Padi Dairi Menjadi 12,3 Ton Per Hektar

Sumatera Utara – PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil meningkatkan produktivitas padi di Desa Lumban Toruan,…

3 days ago

This website uses cookies.