Tajuddin
ACEH UTARA | Ketua Komisi A DPRD Aceh Utara, Tajuddin meminta elit politik di Aceh harus menenangkan warga dan tidak provokatif melihat hasil pemilihan gubernur dan wakil gubernur di Aceh.
Dalam hitung cepat pasangan Muzakir Manaf dan Fadhulullah dinyatakan sebagai pemenang. Belakangan muncul tudingan dari kubu Bustami Hamzah dan Fadhil Rahmi bahwa di Aceh Utara terjadi begal demokrasi dan aksi premanisme.
“Pernyataan elit harus dewasa, ada regulasi hukumnya. Silakan tempuh jalur itu. jangan provokatif dengan istilah begal atau preman. Tidak ada premanisme di sini, akuilah kekalahan,” kata Tajuddin yang juga juru bicara pemenangan Mualem di Aceh Utara.
Jika pun tidak mau mengakui kekalahan, dan menggunakan hak demokrasi lewat jalur hukum, Tajuddin mempersilahkan.
“Namun tentramkan lah rakyat dan pemilih. Rakyat butuh elit yang menyejukan dan menjadi contoh teladan,” pungkasnya.
|DIMAS
LHOKSUKON- Sebuah video berisi keluhan guru tentang jembatan sepanjang tujuh meter di Desa Riseh Tunong,…
LHOKSEUMAWE| Puluhan mahasiswa dari Universitas Malikussaleh (Unimal) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh mendemo Wali Kota…
Jakarta– PT Pupuk Indonesia (Persero) mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional melalui penyediaan pupuk yang…
LHOKSUKON Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh melansir sejumlah bangunan rusak…
Lhokseumawe — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar kegiatan bertema “Green Disaster…
BANDA ACEH - Minat pelaku budaya untuk mengakses Dana IndonesiaRaya terus membeludak. Pendanaan ini tak…
This website uses cookies.