Tajuddin
ACEH UTARA | Ketua Komisi A DPRD Aceh Utara, Tajuddin meminta elit politik di Aceh harus menenangkan warga dan tidak provokatif melihat hasil pemilihan gubernur dan wakil gubernur di Aceh.
Dalam hitung cepat pasangan Muzakir Manaf dan Fadhulullah dinyatakan sebagai pemenang. Belakangan muncul tudingan dari kubu Bustami Hamzah dan Fadhil Rahmi bahwa di Aceh Utara terjadi begal demokrasi dan aksi premanisme.
“Pernyataan elit harus dewasa, ada regulasi hukumnya. Silakan tempuh jalur itu. jangan provokatif dengan istilah begal atau preman. Tidak ada premanisme di sini, akuilah kekalahan,” kata Tajuddin yang juga juru bicara pemenangan Mualem di Aceh Utara.
Jika pun tidak mau mengakui kekalahan, dan menggunakan hak demokrasi lewat jalur hukum, Tajuddin mempersilahkan.
“Namun tentramkan lah rakyat dan pemilih. Rakyat butuh elit yang menyejukan dan menjadi contoh teladan,” pungkasnya.
|DIMAS
LHOKSEUMAWE -Pengamat Komunikasi Politik Universitas Malikussaleh, Masriadi Sambo, menilai persoalan terhambatnya operasional Program Makan Bergizi…
Setiap kali Aceh Utara memasuki babak baru kepemimpinan, harapan masyarakat selalu sama: ekonomi daerah tumbuh,…
LHOKSEUMAWE — Dukungan Komisi X DPR RI terhadap pengalihan status dosen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian…
LHOKSUKON - Sebanyak 30 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Aceh Utara dipastikan kembali…
ACEH UTARA – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) bersama staf dan karyawannya kembali menunjukkan kepedulian…
Aceh Besar – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memperkuat aspek keselamatan…
This website uses cookies.