DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh melatih guru bimbingan konseling dan guru unit kesehatan sekolah di Kabupaten Aceh Utara.
Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan (nakes), Guru Bimbingan Konseling (Guru BK)/UKS. Selain itu, juga dilibatkan 14 siswadan santri sebagai peer counselor.
Peer Conselor ini disiapkan untuk siap melakukan edukasi kesehatan mental, skrining, dan memberi pertolongan pertama pada luka psikologis/P3LP kepada teman sebaya nantinya.
Disamping itu juga sebagai upaya pencegahan masalah kesehatan jiwa pada remaja dan siswa di sekolah, sosialisasi sekaligus penerapan sekolah sehat jiwa dengan cara deteksi dini keswa dan penerapan P3LP (Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis) seperti stres berlebihan, cemas berlebihan, bullying, dan ide bunuh diri.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin, menyebutkan, ilmu yang diperoleh siswa dan guru sangat berguna untuk penguatan di sekolah.
“Kita harap santri dan siswa mampu menerapkan ilmu yang diperoleh untuk membantu teman-teman sebaya disekolah yang mengalami masalah kesehatan jiwa,” sebutnya.
Target utama sambung Amir, para siswa dan santri serta guru mampu melakukan deteksi dini masalah kesehatan jiwa dan Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP).
Mereka juga diharapakan bisa melakukan kaderisasi pada temen-temennya, dan menjadi Psychological First Aider (penolong pertama).
“Apabila mereka menemukan ada diantara teman-temannya yang terkena luka Psikologis, bisa membantu menguatkan mental temanya yang sedang mengalami masalah kesehatan jiwa itu tadi”, terang Amir.
Ia berpesan agar kita semua bisa menjaga kesehatan jiwa.
“Menjaga kesehatan jiwa itu penting agar kita mampu mengelola perasaan, memaksimalkan potensi diri, menghadapi berbagai kondisi kehidupan sehingga bisa lebih sehat, bahagia, kreatif, dan semangat mencapai impian”, harapnya.
|ADVERTORIAL

Subscribe to my channel

