Categories: Wisata

Melihat Tradisi “Khanduri Laot” di Aceh…

RATUSAN masyarakat menghadiri Kenduri laut yang dilaksanakan diTempat Penurunan Ikan (TPI) Krueng Mane di Gampong Tanoh Anoe, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Rabu (24/1). Khanduri laut ini dilaksanakan bentuk rasa syukur para nelayan atas limpahan nikmat dan rezeki yang diberikan Allah SWT.

Panglima Laot Muara Batu, Aceh Utara, Rusdi Usman mengatakan khanduri Laot ini sudah direncanakan dilaksanakan delapan bulan lalu. Namun baru bulan ini terlaksanakan berkat kerjasama yang dilakukan para nelayan di Kecamatan Muara Batu.

“Khaduri laot ini bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dengan atas limpahan nikmat dan rezeki yang diberikan kepada nelayan,”katanya. Dalam khanduri laot ini, Kata Rusdi, pihaknya juga menyantuni 100 anak yatim piatu yang berasal dari desa-desa pesisir di Kecamatan Muara Batu serta doa bersama.

Rusdi menjelaskan Khanduri Laot ini sudah menjadi tradisi dari nenek moyang yang bahkan dilaksanakan setiap tahun. Namun sekarang satu periode jabatan Panglima Laot harus bisa melaksanakan satu kali Khanduri Laot.

Lanjutnya, Khanduri Laot ini murni sumbangan dari para nelayan. Seharusnya Pemerintah melalui Majelis Adat Aceh (MAA) untuk bisa memberikan perhatian tentang ini untuk mempertahankan adat Khanduri Laut.

“Jika hal ini tidak ada perhatian dan dukungan sendiri, mungkin kedepan kegiatan Khanduri laot tidak bisa terlaksanakan lagi. Jadi kita sangat berharap ada perhatian dari lembaga MAA” katanya.

Rusdi menjelaskan dalam khanduri laot tersebut, minimal harus ada satu kerbau yang akan dipotong, karena hal tersebut sudah dilakukan oleh orang sebelumnya. “Hal seperti ini telah dilakukan oleh orang zaman dulu, kita hanya mengikutinya saja,” ujarnya.

Terkait dengan Khanduri Laot di masa lalu membuang kepala kerbau ke laut, Rusdi menjelaskan dulu memang setiap ada pelaksanaan kenduri laut, para nelayan membuang kepala kerbau dan tulang-tulangnya yang dibungkus dalam kain putih ke dalam laut.

“Kini tidak dilakukan lagi karena menurut kesepakatan tokoh ulama dan adat itu merupakan perbuatan syirik,”pungkasnya.

|MUMU

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Komisaris dan Direktur Pertamina Patra Niaga Pastikan Keandalan Layanan SPBU

Medan – Sebagai bentuk komitmen dalam memastikan keandalan layanan energi kepada masyarakat, Pertamina Patra Niaga…

8 hours ago

Kebijakan RSU Cut Meutia Akan Diserahkan ke Pemko Lhokseumawe, Bupati Ayahwa : Belum Diserahkan Sebelum RSU Mukhtar Hasbi Refresentatif

LHOKSUKON – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh merespon pemberitaan tentang rencana penyerahan operasional dan…

9 hours ago

Sidak Pertamina Niaga di Banda Aceh, Pelaku Kabur Lihat Aparat

Banda Aceh – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bersama Pemerintah Provinsi Aceh dan Aparat…

1 day ago

Lantik 21 Kasek dan 8 Kapus, Bupati Al-Farlaky: Siap Diganti Jika Tak Berkinerja

Aceh Timur – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., kembali melantik dan mengambil…

1 day ago

Pesona Baru Pantai Bangka Jaya di Sudut Aceh Utara

Matahari tepat berada ditengah kepala, Kamis (30/7/2026). Debur air laut dengan hembusan angin tipis-tipis menimbulkan…

1 day ago

Queen Parrona Hotel by Sativa Tawarkan Pengalaman Menginap Berbeda, Satu-Satunya Hotel di Siborongborong dengan Private Balcon

Kawasan Danau Toba terus berkembang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia. Seiring meningkatnya kunjungan…

1 day ago

This website uses cookies.