Categories: News

Waduh, BPR Aceh Utara Dibekukan…

LHOKSEUMAWE – Bank Perkreditas Rakyat (BPR) Aceh Utara dibekukan operasionalnya, jajaran direksi dan komisaris oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 12 Januari 2024 lalu.

Bank milik Pemerintah Kabupaten Aceh Utara ini menjadi satu-satunya bank konvensional yang masih beroperasi di Aceh. Bank ini kekurangan modal intik sebesar Rp 3 miliar untuk berubah dari konvensional menjadi bank syariah. Padahal, seluruh bank di Aceh diwajibkan menjadi bank syariah.

Penjabat Bupati Aceh Utara, Mahyuzar, dihubungi per telepon, Selasa (16/1/2024) menyebutkan sedang menggelar rapat dengan LPS, manajemen dan komisaris BPR Aceh Utara, manajemen Bank Aceh Syariah serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Ini sedang rapat secara online. Kita sedang cari solusinya bagaimana,” kata Mahyuzar.

Dia menyebutkan, LPS membekukan manejemen bank tersebut dan mengambil alih operasional perbankan. Sebelumnya, kata Mahyuzar, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah meminta Bank Aceh Syariah untuk membantu pendanaan terhadap BPR. Sehingga, bank itu bisa segera beralih ke bank syariah dan memiliki modal yang cukup untuk mengoperasionalkan layanan perbankan.

Namun, belakangan Bank Aceh Syariah menyatakan tidak bisa memberi pendanaan karena BPR masih berstatus bank konvensional. “Jadi nanti saya update lagi perkembangannya. Ini masih rapat mencari solusi, bagaimana nasib BPR itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur BPR Aceh Utara, Fakhrurrazi, belum merespon pesan yang dikirimkan, hingga berita ini ditayangkan.

Sekadar diketahui, BPR Aceh Utara awalnya bernama BPR Sabe Meusampe. Pemilik saham bank ini, yaitu Koperasi Karyawan BPR dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Bank ini mulai tidak memiliki kecukupan modal sejak 2010 lalu.

|KOMPAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

BMKG Ingatkan Warga Aceh Utara Waspada Angin Kencang

LHOKSUKON Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh melansir sejumlah bangunan rusak…

3 hours ago

Dosen Unimal Gelar Green Disaster Literacy untuk Perkuat Kepedulian Lingkungan Siswa SMPN 8 Lhokseumawe

Lhokseumawe — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar kegiatan bertema “Green Disaster…

4 hours ago

Dana IndonesiaRaya Dorong Ekonomi Daerah Lewat Budaya

BANDA ACEH - Minat pelaku budaya untuk mengakses Dana IndonesiaRaya terus membeludak. Pendanaan ini tak…

6 hours ago

Bupati Al-Farlaky Sambut 13 Nelayan Aceh di Pendopo

Minta Perkuat Edukasi Teritorial ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si.,…

1 day ago

Jelang Musim Tanam, Pupuk Indonesia Dorong Optimalisasi Penebusan Pupuk Bersubsidi di Takalar

Takalar – Menjelang Musim Tanam periode Oktober 2026 – Maret 2027, PT Pupuk Indonesia (Persero)…

1 day ago

Cerita Petani Aceh Pascabanjir, Berjuang Pulihkan Sawah Sendiri, Hingga Ganti Padi jadi Sawit

Anzikri (28) warga Desa Blang Reuling Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Kamis (17/9/2026)…

3 days ago

This website uses cookies.