DINAS Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mengajak masyarakat untuk menyukseskan imunisasi bayi dalam wilayah kabupaten itu. Data dari dinas menunjukan, sebanyak 27.510 bayi mendapat imunisasi secara penuh. Jumlah itu dengan rincian 13.073 laki-laki, dan 14.313 wanita.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin, menyebutkan, Dinas Kesehatan Aceh Utara memaksimalkan tenaga kesehatan di 32 Puskesmas untuk menyukseskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).
“Petugas di Puskesmas kita maksimalkan untuk mengajak masyarakat ikut imunisasi dasar lengkap. Mereka datang ke rumah-rumah, untuk memastikan bayi itu ikut imunisasi,” kata Amir Syarifuddin.
Dia menyebutkan, program imunisasi dasar menjadi tantangan tersendiri bagi petugas kesehatan di lapangan. Pasalnya, keengganan masyarakat untuk ikut imunisasi. Bahkan, bukan hanya di Aceh Utara, secara umum, Provinsi Aceh hanya 48 persen bayi yang sudah imunisasi dalam tahun 2022 lalu.

“Karena itu, kita ingin menyukseskan imunisasi tahun ini. minimal 50 persen bayi wajib imunisasi. Kita datangi dari pintu ke pintu bayi ikut imunisasi,” kata Amir.
Dia menegaskan, program imunisasi dasar penting untuk anak.Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengubah konsep imunisasi dasar lengkap menjadi imunisasi rutin lengkap. Imunisasi rutin lengkap itu terdiri dari imunisasi dasar dan lanjutan. Imunisasi dasar saja tidak cukup, diperlukan imunisasi lanjutan untuk mempertahankan tingkat kekebalan yang optimal.
Pemberian imunisasi disesuaikan dengan usia anak. Untuk imunisasi dasar lengkap, bayi berusia kurang dari 24 jam diberikan imunisasi Hepatitis B (HB-0), usia 1 bulan diberikan (BCG dan Polio 1), usia 2 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 1 dan Polio 2), usia 3 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3), usia 4 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 3, Polio 4 dan IPV atau Polio suntik), dan usia 9 bulan diberikan (Campak atau MR).
Untuk imunisasi lanjutan, bayi bawah dua tahun (Baduta) usia 18 bulan diberikan imunisasi (DPT-HB-Hib dan Campak/MR), kelas 1 SD/madrasah/sederajat diberikan (DT dan Campak/MR), kelas 2 dan 5 SD/madrasah/sederajat diberikan (Td).

Vaksin Hepatitis B (HB) diberikan untuk mencegah penyakit Hepatitis B yang dapat menyebabkan pengerasan hati yang berujung pada kegagalan fungsi hati dan kanker hati. Imunisasi BCG diberikan guna mencegah penyakit tuberkulosis.
Imunisasi Polio tetes diberikan 4 kali pada usia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan untuk mencegah lumpuh layu. Imunisasi polio suntik pun diberikan 1 kali pada usia 4 bulan agar kekebalan yang terbentuk semakin sempurna.
Imunisasi Campak diberikan untuk mencegah penyakit campak yang dapat mengakibatkan radang paru berat (pneumonia), diare atau menyerang otak. Imunisasi MR diberikan untuk mencegah penyakit campak sekaligus rubella.
Rubella pada anak merupakan penyakit ringan, namun apabila menular ke ibu hamil, terutama pada periode awal kehamilannya, dapat berakibat pada keguguran atau bayi yang dilahirkan menderita cacat bawaan, seperti tuli, katarak, dan gangguan jantung bawaan.
Vaksin DPT-HB-HIB diberikan guna mencegah 6 penyakit, yakni Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, serta Pneumonia (radang paru) dan Meningitis (radang selaput otak) yang disebabkan infeksi kuman Hib.
Apresiasi Nakes
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Aceh Utara, Samsul Bahri, mengapresiasi kinerja para tenaga kesehatan (nakes) di kabupaten itu.
“Nakes menjadi garda depan menyukseskan program ini. saya juga berkoordinasi dengan dinas desa agar imunisasi bisa rutin digelar ditingkat desa, sampai pada akhirnya imunisasi menjadi kebutuhan bagi masyarakat,” terangnya.
Tahun ini, sambung Samsul, pihaknya optimis mencapai angka 50 persen bayi di Aceh Utara sudah imunisasi dasar lengkap. “Mari ikuti imunisasi dasar lengkap demi kesehatan anak lebih baik,” pungkasnya.
|ADVERTORIAL

Subscribe to my channel

