Categories: Entertainment

Kontribusi Mahasiswa Modul Nusantara Lestarikan Alat Musik Tradisi Alee Tunjang

LHOKSEUMAWE | Kesenian tradisi khas Aceh Utara, alee tunjang, yang hampir punah memberikan inspirasi bagi mahasiswa peserta program Modul Nusantara di Universitas Malikussaleh. Mereka membuat alat musik tradisi untuk “diwariskan” kepada seniman tradisi alee tunjang yang kini hanya memiliki dua lesung saja.

Pembuatan alat musik khas Aceh Utara tersebut merupakan hasil kolaborasi 20 mahasiswa peserta program Modul Nusantara di Universitas Malikussaleh, Aceh. Para mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 3 Nahrasiyah, sepakat membuat tiga unit lesung yang merupakan alat musik utama alee tunjang.

“Kami sudah melihat lesung yang ada hanya tinggal tiga unit saja dan dua unit dalam kondisi masih bagus. Padahal, untuk memainkan kesenian alee tunjang dibutuhkan enam unit,” ungkap Mohammad Faisal, Senin (26/12/2022).

Menurut mahasiswa Universitas Garut tersebut, pembuatan lesung mereka kerjakan di bawah bimbingan seniman alee tunjang di Aceh Utara, Muhammad Ilyas. Ada bagian-bagian tertentu yang tidak bisa ditangani mahasiswa karena akan mempengaruhi suara. “Jadi, kami hanya pegang bagian mudahnya saja,” lanjut Faisal yang merupakan “kepala suku” bagi seluruh peserta pertukaran mahasiswa merdeke (PMM) di Universitas Malikussaleh yang berjumpa 140 orang.

Muhammad Ilyas menyebutkan, Membuat alee tunjang memang tidak mudah. Kesenian ini biasanya memiliki empat atau enam buat lesung yang masing-masing mempunyai alu sebagai penumbuk. Untuk satu set alee tunjang, memerlukan gelondongan batang nangka. “Agar tahan lama, pohon nangka itu dipotong sekitar 70 cm dan diawetkan dengan direndam dalam lumpur,” ungkapnya.

Setelah direndam sebulan, batangan kayu kemudian diangkat, dibersihkan bagian luarnya dengan mengulitinya. Kemudian dihaluskan dan dibentuk bulatan pada bagian atas, seperti topi dan pada bagian badannya memanjang dibentuk sedikit bersegi dan diberi lubang seperti lubang lesung. Ukuran kedalaman dan lebar lesung disesuaikan sesuai kebutuhan jenis suara.

Lesung terdiri dari aneuk sempom, lesung syup-syup, dan lesung rempah berjumlah dua atau tiga buah. Sedangkan alu dibuat dari pelepah enau sebanyak dua tangkai dan dari jenis kayu yang lembut sebanyak dua tangkai.

Ilyas mengakui, kesenian tradisi alee tunjang terancam punah karena hampir tidak ada lagi generasi penerusnya. Biasanya, mereka memainkan alee tunjang setelah masa panen di sawah. “Kini sudah tidak pernah lagi. Terakhir kami tampil tahun 2018 di Lhoksukon (Aceh Utara),” ungkapnya.

Dosen pengampu program Modul Nusantara Kelompok 3 Nahrasiyah Universitas Malikussaleh, Ayi Jufridar, menyebutkan mahasiswa yang melaksanakan kegiatan kontribusi sosial pembuatan alee tunjang berasal dari berbagai universitas di Jawa, Maluku, dan NTB. “Kontribusi sosial ini diharapkan bisa mengangkat kembali kesenian tradisi alee tunjang agar tetap lestari,” katanya.

Rektor Prof Dr Herman Fithra, menyebutkan ada 140 peserta pertukaran mahasiswa merdeka di Universitas Malikussaleh. Selain mengikuti perkuliahan regular, mereka juga mengikuti program Modul Nusantara yang memperkenalkan berbagai tradisi dan kebudayaan di Aceh. “Kami senang mahasiswa bisa memberikan kontribusi sosial yang berdampak jangka panjang, seperti pembuatan alat musik tradisi alee tunjang,” kata Herman.

|DIMAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Para Kepala Desa Desak Pembangunan Huntap di Aceh Utara

Keuchik (Kepala Desa) Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Mansur, mendesak pemerintah…

12 hours ago

PNL Perluas Kemitraan Internasional melalui Kolaborasi Strategis dengan Industri dan Institusi Pendidikan di Malaysia

MALAYSIA - Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus memperkuat peran strategisnya dalam pengembangan pendidikan tinggi vokasi…

13 hours ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Hadirkan Pasar Murah untuk 1.000 Warga di Padang

Padang– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung…

2 days ago

Bupati Aceh Utara ; Tunda Aturan Desil Hingga Juli demi Akses Berobat Warga

ACEH UTARA — Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, SE., MM., menyampaikan pernyataan tegas dalam…

2 days ago

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Polda Riau dalam Menjaga Ketahanan Energi

Pekanbaru – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang dipimpin oleh Executive General…

3 days ago

24.500 UMKM Rusak Karena Banjir Aceh Timur, Berharap Stimulus dari Pemerintah

IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh…

5 days ago

This website uses cookies.