BIREUEN- Sebanyak 114 warga Rohingnya asal Myanmar mendarat di perairan Bireuen, Aceh. Kini mereka ditampung sementara di Desa Kuala Alue Buya Pasie, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen.
Kepala Hubungan Masyarakat UNHCR Indonesia, Mitra Salima Suroso, per telepon, Senin (7/3/2022) menyebutkan, pihaknya belum mengetahui persis kemana warga Rohingnya itu akan dievakuasi.
“Mengenai penampungan, kita akan mengikuti arahan pihak otoritas di Aceh nantinya,” sebut Mitra.
Dia menyebutkan, staf UNHCR kini berada di Kabupaten Bireuen untuk melakukan koordinasi dan komunikasi dengan otoritas daerah. “Saat ini yang menjadi prioritas kami adalah kesehatan orang-orang yang mayoritas diduga adalah pengungsi Rohingya yang baru mendarat. Mereka sudah menjalani tes Covid-19 dan vaksinasi,” sebutnya.
Sisi lain, sambung Mitra, UNHCR akan menjalankan registrasi dan melanjutkan koordinasi dengan pihak otoritas setempat serta mitra kerja lembaga dunia yang menangani pengungsi itu untuk memberikan perlindungan dan bantuan bagi warga Rohingnya.
Sebelumnya dibertakan sebanyak 114 warga Rohingnya asal Myanmar terdampar di perairan Kuala Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu (6/3/2022). Panglima Laut Bireuen, Badruddin, dihubungi per telepon, menyebutkan mereka terdiri dari 58 pria, 21 wanita dewasa. Sedangkan anak-anak 33 pria dan 24 wanita. Mereka ditampung sementara di Desa Kuala Alue Buya Pasie, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen.
|KOMPAS
LHOKSEUMAWE– PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memutuskan sambungan listrik untuk seluruh jaringan di Perusahaan Daerah…
Palu – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan (Menko Zulhas), memastikan penyaluran pupuk…
Pekanbaru – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha mikro,…
LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh menjanjikan gaji bulan Juli 2026 dan gaji 13…
Mamuju – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan meminta kepada petani tak perlu khawatir tentang…
SUARA itu terdengar sebelum airnya terlihat. Mula-mula seperti denting jauh yang memantul dari lereng, lalu…
This website uses cookies.