Categories: AdvertorialNews

Menko Zulhas: Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Palu Lancar

Palu – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan (Menko Zulhas), memastikan penyaluran pupuk bersubsidi di Kota Palu, Sulawesi Tengah, berjalan lancar dan dapat ditebus petani sebelum musim tanam. Kepastian tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan (Menko Zulhas), saat menghadiri “Rembuk Tani Pupuk Indonesia” di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (4/7/2026).

Menko Zulhas menyampaikan bahwa kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga produktivitas pertanian. Menurutnya, ketersediaan pupuk sebelum musim tanam menjadi faktor penting untuk meningkatkan hasil pane sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan petani benar-benar terpenuhi. Setiap ke daerah saya selalu bertemu dengan para petani untuk memastikan kebijakan Pemerintah berjalan dengan baik,” ujar Menko Zulhas.

Ia menjelaskan pemerintah telah melakukan berbagai pembenahan dalam tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi agar lebih sederhana, cepat, dan mudah diakses petani. Reformasi tersebut dilakukan melalui penyederhanaan regulasi serta penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar 20 persen untuk seluruh jenis pupuk bersubsidi.

Menurutnya, kebijakan tersebut telah memberikan dampak nyata karena pupuk kini tersedia sebelum musim tanam dengan jumlah yang mencukupi dan harga yang lebih terjangkau. Kondisi itu memberikan kepastian bagi petani untuk memulai musim tanam tanpa terkendala ketersediaan pupuk.

“Alhamdulillah tadi sudah kita pastikan, pupuk tersedia sebelum tanam, jumlahnya cukup, dan harganya mendapat diskon. Itu bisa ditanyakan langsung kepada para petani,” kata Menko Zulhas.

Lebih lanjut, Menko Zulhas mengatakan keberhasilan menjaga ketersediaan pupuk menjadi capaian penting di tengah kondisi global yang masih dibayangi ketidakpastian rantai pasok. Ketika sejumlah negara mengalami kekurangan pupuk, Indonesia justru mampu menjaga pasokan dalam jumlah yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan petani.

“Di tengah dinamika geopolitik global, negara-negara lain mengalami kekurangan pupuk. Kita alhamdulillah pupuknya lebih dari cukup,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyaluran pupuk yang tepat waktu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produktivitas pertanian nasional. Menurutnya, ketersediaan pupuk sebelum musim tanam mampu meningkatkan produksi pertanian sekitar 7 hingga 8 persen, sedangkan keterlambatan penyaluran akan menurunkan hasil panen.

“Kalau pupuk lancar dan sudah tersedia sebelum musim tanam, produksi pertanian bisa naik. Kalau pupuk telat, pasti produksinya turun. Jadi pupuk sangat penting bagi petani agar produktivitasnya meningkat,” jelas Menko Zulhas.

Di tempat yang sama Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia (Persero), Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah terhadap kinerja Pupuk Indonesia dalam menyalurkan pupuk bersubsidi lebih efisien. Kemudahan-kemudahan yang diberikan Pemerintah untuk petani, ungkapnya, menjadikan penyerapan pupuk bersubsidi lebih optimal.

Secara nasional, penyerapan pupuk bersubsidi hingga 30 Juni 2026 mencapai 49 persen, atau sebanyak 4.855.894 ton dari alokasi sebesar 9.845.686 ton. Khusus di Sulawesi Tengah, realisasi penebusannya mencapai 42 persen, atau 68.459 ton dari alokasi sebesar 161.400 ton. Terdiri dari Urea 23.668 ton, NPK Phonska 33.249 ton, NPK Khusus Kakao 10.432 ton, pupuk organik 1.038 ton, dan SP-36

Untuk mendukung penyerapan lebih optimal, Pupuk Indonesia juga menyiapkan stok pupuk bersubsidi di Sulawesi Tengah sebesar 14.805 ton. Stok per tanggal 2 Juli 2026 tersebut terdiri dari pupuk Urea 8.726 ton, NPK Phonska 3.705 ton, NPK Kakao 1.695 ton, pupuk organik 637 ton, dan SP-36 42 ton.[]

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Fondasi Bisnis UMKM untuk Menembus Pasar Global

Pekanbaru – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha mikro,…

18 hours ago

Ribuan PPPK Lhokseumawe Belum Digaji, Sekda ; Dibayar Setelah Pengesahan APBD Perubahan

LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh menjanjikan gaji bulan Juli 2026 dan gaji 13…

1 day ago

Menko Zulhas ke Petani Mamuju: Sekarang Pupuk Lancar dan Mudah Mendapatkannya

Mamuju – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan meminta kepada petani tak perlu khawatir tentang…

1 day ago

Kilometer 32: Gemuruh Air Terjun dari Pedalaman Nisam Antara

SUARA itu terdengar sebelum airnya terlihat. Mula-mula seperti denting jauh yang memantul dari lereng, lalu…

2 days ago

Ribuan PPPK Lhokseumawe Belum Terima Gaji dan Kepastian Perpanjangan Kontrak

LHOKSEUMAWE – Sebanyak 3.200 Pegawai dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, belum…

2 days ago

PT Pupuk Iskandar Muda Perkuat Kepedulian Lingkungan Hijau Lewat Aksi Iklim dan Penguatan Ekosistem

Aceh Utara – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang mengusung tema "Saatnya…

2 days ago

This website uses cookies.