VAKSINASI massal untuk mencegah penularan penyakit yang disebabkan oleh virus Covid-19 di wilayah Kabupaten Aceh Utara terus digencarkan, Kamis (1/7/2021).
Pagi sekali, petugas vaksinasi terpadu telah menempati lantai satu Kantor Bupati Aceh Utara. Mereka membuka lima meja. Duduk bersiap menerima pegawai negeri, honorer dan tenaga bakti di gedung baru itu. Mereka bekerja di Sekretariat Daerah, Bappeda, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM. Aceh Utara.
Gedung berlantai empat itu, diisi empat dinas tersebut. Tentara lengkap dengan seragam loreng. Mereka petugas medis dari Kodim 0103 Aceh Utara.
“Hari ini pokoknya semuanya harus selesai. Mereka berkantor di kompleks ini harus selesai ikut vaksin,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Aceh Utara Andree Prayuda, menirukan ucapan Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib.
Tekniknya pun unik. Begitu pegawai masuk pintu utama gedung, langsung digiring ke ruangan vaksinasi. Mereka tak bisa mengelak lagi. Tawa pun pecah. Dari lantai dua, sejumlah pejabat mengawasi ke bawah. Melihat tingkah pegawai yang ikut vaksinasi.
“Ada 450 pegawai hari ini yang vaksin. Mereka nanti gunakan sertifikat vaksin itu buat masuk kantor. Nanti petugas jaga hanya melihat sertifikat itu. Kalau taka da sertifikat, ya tak boleh masuk kantor,” kata Andre.
Sebagian besar pegawai, telah mengikuti vaksinasi gelombang pertama awal bulan lalu. “Tapi kita tahu, banyak yang belum vaksin. Maka, hari ini dibereskan semua,” katanya.
Dia menyebutkan, vaksinasi sudah dipastikan aman dan halal. Jadi tak perlu dikhawatirkan.
Lebih jauh, Andree mengharapkan jangan ada lagi masyarakat Aceh Utara yang takut divaksin. Apalagi menerima berita-berita hoaks yang membuat takut dan khawatir terhadap vaksinasi. “Sesuai dengan fatwa MUI bahwa vaksin itu halal dan aman, dan sesuai dengan intruksi pemerintah bahwa pelaksanaan vaksinasi menyasar seluruh masyarakat Indonesia, bukan hanya kalangan pegawai saja,” ungkapnya.
Sementara itu, Reza, salah seorang pegawai di Satuan Polisi Pamong Praja, Aceh Utara, menyebutkan dirinya sempat terkejut karena begitu masuk gedung langsung diminta sertifikat vaksin.
“Saya jawab belum vaksin. Langsung ditarik ke meja vaksinasi. Diperiksa tensi darah dan ditanya riwayat penyakit. Baru divaksin,” kata Reza.
Teman-temannya, dan pejabat daerah turut menjaganya saat vaksinasi. “Tidak sakit. Hanya geli saja pas kena jarum hahaha,” pungkasnya tertawa.
|MA

Subscribe to my channel

