Categories: Polhukam

Siap-siap, Bakal Ada Tersangka Baru Kasus Korupsi Uang Makan Santri Gayo?

Gayo Lues – Kepolisian Resor (Polres) Gayo Lues, masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi belanja makanan pelatihan santri, yang kerugian negara mencapai Rp 3,7 miliar.

Awalnya kasus dugaan korupsi tersebut, ketika Dinas Syariat Islam melakukan pelatihan santri dengan menggunakan dana Otonomi Khusus tahun anggaran 2019, dengan pagu anggaran mencapai Rp 9 miliar.

Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustamam mengatakan, pihaknya masih terus mengembangkan kasus tersebut dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka-tersangka baru.

“Untuk potensi tersangka baru ada. Kami masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi belanja makanan pelatihan santri ini. Berdasarkan hasil audit BPKP Provinsi Aceh, telah diuraikan adanya penyimpangan yang menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 3,7 miliar,” ujar Carlie, siang ini.

 

Dia menambahkan, pihaknya juga sedang menelusuri aliran-aliran dana tersebut, ada mengalir kemana saja. Namun untuk bagaimana hasilnya, masih sedang proses.

“Kita sedang menelusuri aliran dananya kemana saja, meskipun mereka saling menuduh,” tutur AKBP Carlie Syahputra Bustamam.

Diberitakan sebelumnya, HS, merupakan mantan Kepala Dinas (Kadis) Syariat Islam, Kabupaten Gayo Lues dan dua orang lainnya, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi belanja uang makanan santri.

Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra mengatakan, berdasarkan hasil audit dari BPKP Provinsi Aceh, maka diketahui bahwa adanya penyimpangan dan menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 3,7 miliar.

“Awalnya kasus ini dari program pelatihan peningkatan sumber daya santri dengan anggaran mencapai Rp 9 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanjan Kabupaten dan Dana Otonomi Khusus Aceh (APBK-DOKA) tahun 2019,” ujar Carlie  Kamis (29/4/2021).

|RI

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Terus Dorong Upaya Pemulihan Pasca Banjir Bandang “Galodo” di Kabupaten Solok

Solok – Penanganan pemulihan pasca bencana menjadi langkah yang harus masif dilaksanakan agar masyarakat dapat…

12 hours ago

Mengenal Calandra & Sativa Hotel Management

Tumbuh Bersama Industri Perhotelan Indonesia Mengenal perjalanan Calandra & Sativa Hotel Management, sebuah nama yang…

13 hours ago

Serapan Dana untuk Bencana Aceh Minim, Lhokseumawe Baru 34 Miliar dari 124 Miliar

LHOKSEUMAWE- Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh mengakui serapan dana tambahan transfer ke daerah (TKD) untuk…

13 hours ago

Dukung Kebersihan Lingkungan dan Pelayanan Masyarakat, PIM Serahkan Bantuan Truk Sampah untuk Kabupaten Aceh Utara

ACEH UTARA – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menyerahkan bantuan 1 (satu) unit truk pengangkut…

1 day ago

Rekind Siapkan Konsep EPC Dukung Penanganan Sampah di Kota Bandung

Kompetensi PT Rekayasa Industri (Rekind) di bidang EPC Industrial Process tak hanya hadir di sektor…

2 days ago

Seteru Air Bersih di Lhokseumawe…

LHOKSEUMAWE- Sebanyak 1.582 sambungan rumah di Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, terhenti suplai…

2 days ago

This website uses cookies.