Categories: AdvertorialSosok

Mengenal Calandra & Sativa Hotel Management

Tumbuh Bersama Industri Perhotelan Indonesia

Mengenal perjalanan Calandra & Sativa Hotel Management, sebuah nama yang terbilang masih muda di dunia operator perhotelan Indonesia, namun terus menunjukkan perkembangan dan langkah yang cukup agresif dalam membangun jaringan hospitality di Tanah Air.

Memasuki tahun keempat perjalanannya, Calandra & Sativa Hotel Management terus mengembangkan sayap dan memperluas kepercayaan di industri perhotelan, khususnya di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Dengan mengusung konsep pengelolaan hotel dan villa yang adaptif, efisien, serta mengikuti kebutuhan pasar, Calandra & Sativa hadir dengan semangat untuk menjadi bagian dari pertumbuhan industri pariwisata dan hospitality Indonesia.

Di balik perjalanan tersebut terdapat sosok hotelier muda yang memiliki pengalaman panjang di dunia perhotelan, yaitu Iwan Wahyudi, Founder Calandra & Sativa Hotel Management.

Lahir di Provinsi Aceh dan menghabiskan masa remajanya di Daerah Istimewa Yogyakarta, Iwan Wahyudi kemudian melanjutkan perjalanan profesionalnya hingga ke berbagai negara di kawasan Timur Tengah, khususnya Uni Emirat Arab. Pengalaman lintas daerah dan negara tersebut menjadi salah satu modal penting dalam membangun visi Calandra & Sativa sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada pengelolaan operasional hotel, tetapi juga pada pengembangan bisnis dan peningkatan nilai sebuah properti.

Bagi kalangan hotelier di Aceh, Sumatera Utara, maupun Yogyakarta, nama Iwan Wahyudi bukanlah sosok yang asing. Sebelum membangun Calandra & Sativa, perjalanan profesionalnya telah membawanya bergabung dengan sejumlah jaringan dan perusahaan hospitality, di antaranya Grand Angkasa, Garuda Plaza, Karibia, Santika, Aston, Sibayak Taman Simalem Resort, serta sejumlah grup perhotelan yang pernah berkembang di Aceh, termasuk Arabia Group.

Berbekal pengalaman tersebut, Iwan kemudian membawa gagasan baru melalui Calandra & Sativa Hotel Management. Sebuah perusahaan yang dibangun dengan semangat untuk menjadi partner strategis bagi para pemilik hotel dan villa dalam mengembangkan bisnis hospitality secara berkelanjutan.

Empat tahun mungkin masih menjadi usia yang relatif muda bagi sebuah perusahaan operator hotel. Namun dalam waktu tersebut, Calandra & Sativa telah dipercaya untuk mengelola 10 unit usaha hotel dan villa yang tersebar di sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera Utara.

Jaringan tersebut mencakup Medan, Siborong-Borong, Takengon hingga Banda Aceh.

Sejumlah unit yang berada dalam jaringan Calandra & Sativa di antaranya Dream Hill Villa Burtelege by Calandra di Aceh Tengah, Fairuz Hotel by Calandra di Takengon, Mita Mulia Hotel by Calandra di Aceh Tengah, Queen Parrona by Sativa di Siborong-Borong Tapanuli Utara, Residence Syariah by Calandra dan Puri Residence by Calandra di Kota Medan.

Sementara di Banda Aceh, Calandra & Sativa hadir melalui Amoda Hotel by Sativa dan Ace Inn by Calandra. Selain itu, terdapat pula sejumlah proyek yang sedang dikembangkan, yaitu Care Inn by Calandra di Banda Aceh dan BP Heritage Hotel by Calandra.

Pertumbuhan tersebut tentu tidak dibangun oleh satu orang saja. Di belakang Iwan Wahyudi terdapat sebuah tim yang terus bergerak bersama menghadapi dinamika industri hospitality yang semakin kompetitif.

Sinoe Eden Singarimbun dipercaya sebagai Vice Director sekaligus bagian dari pengembangan IT Support Calandra & Sativa, sementara Fahmi Tumanggor menjalankan peran sebagai Director of Marcom & Design. Selain itu, terdapat pula tim management di masing-masing unit yang menjadi bagian penting dalam memastikan standar operasional dan pelayanan dapat berjalan dengan baik.

Dukungan dari para stakeholder serta jajaran dewan direksi masing-masing hotel juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Calandra & Sativa. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi dalam membangun hubungan jangka panjang antara management, pemilik properti, tim operasional, dan seluruh pihak yang terlibat.

Semangat yang sama juga menjadi perhatian Agus Eko selaku Corporate General Manager wilayah Aceh. Menurutnya, tantangan dalam industri perhotelan ke depan akan semakin beragam, sehingga dibutuhkan kerja sama tim, konsistensi, serta kemauan untuk terus beradaptasi dengan perubahan pasar.

Calandra & Sativa sendiri memilih untuk bergerak pada segmen villa dan budget hotel. Segmen ini dinilai memiliki ruang yang luas untuk terus dikembangkan seiring dengan pertumbuhan pariwisata dan meningkatnya kebutuhan akomodasi di berbagai daerah.

Dengan pendekatan yang lebih lincah dan fleksibel, Calandra & Sativa berupaya menghadirkan strategi pengelolaan yang disesuaikan dengan karakter masing-masing properti. Setiap hotel dan villa memiliki tantangan, karakter pasar, serta potensi yang berbeda. Karena itu, pendekatan management tidak dibuat seragam, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan peluang yang dimiliki setiap unit.

Bagi Calandra & Sativa, mengelola hotel bukan hanya tentang memastikan kamar terjual dan operasional berjalan. Lebih dari itu, setiap properti harus memiliki potensi untuk berkembang, memiliki identitas, mampu memberikan pengalaman bagi tamu, serta memberikan nilai bisnis bagi pemiliknya.

Kepercayaan yang terus bertambah dari para pemilik hotel dan investor menjadi bagian penting dari perjalanan Calandra & Sativa hingga saat ini. Bertambahnya unit yang bergabung menjadi salah satu motivasi bagi management untuk terus memperbaiki sistem, memperkuat sumber daya manusia, serta meningkatkan kualitas pengelolaan.

Perjalanan Calandra & Sativa masih sangat panjang. Dari Aceh dan Sumatera Utara, langkah untuk memperluas jaringan ke berbagai wilayah Indonesia terus dibangun.

Calandra & Sativa tidak ingin sekadar menjadi nama yang singgah di industri operator hotel Indonesia. Dengan pengalaman, jaringan, tim yang solid, serta semangat untuk terus belajar dan berkembang, Calandra & Sativa ingin membangun sebuah perusahaan management hospitality yang memiliki karakter dan mampu menjadi bagian dari pertumbuhan industri perhotelan nasional.

Karena bagi Calandra & Sativa, setiap properti bukan sekadar bangunan. Setiap hotel memiliki cerita, setiap destinasi memiliki potensi, dan setiap kepercayaan adalah tanggung jawab yang harus dijaga.

Dari Aceh untuk Indonesia, perjalanan itu baru saja dimulai.

Calandra & Sativa Hotel Management.
Tumbuh bersama, bergerak dengan hati, dan membangun hospitality Indonesia.[]

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Terus Dorong Upaya Pemulihan Pasca Banjir Bandang “Galodo” di Kabupaten Solok

Solok – Penanganan pemulihan pasca bencana menjadi langkah yang harus masif dilaksanakan agar masyarakat dapat…

8 minutes ago

Serapan Dana untuk Bencana Aceh Minim, Lhokseumawe Baru 34 Miliar dari 124 Miliar

LHOKSEUMAWE- Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh mengakui serapan dana tambahan transfer ke daerah (TKD) untuk…

35 minutes ago

Dukung Kebersihan Lingkungan dan Pelayanan Masyarakat, PIM Serahkan Bantuan Truk Sampah untuk Kabupaten Aceh Utara

ACEH UTARA – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menyerahkan bantuan 1 (satu) unit truk pengangkut…

22 hours ago

Rekind Siapkan Konsep EPC Dukung Penanganan Sampah di Kota Bandung

Kompetensi PT Rekayasa Industri (Rekind) di bidang EPC Industrial Process tak hanya hadir di sektor…

1 day ago

Seteru Air Bersih di Lhokseumawe…

LHOKSEUMAWE- Sebanyak 1.582 sambungan rumah di Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, terhenti suplai…

1 day ago

Hari Kesaktian Pancasila di Aceh Timur Berlangsung Khidmat

Aceh Timur — Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Kabupaten Aceh Timur berlangsung…

2 days ago

This website uses cookies.