Categories: FeaturedPolhukam

Puluhan Mahasiswa Demo Walikota Lhokseumawe, Tuntut Jadup hingga Pembayaran Gaji PPPK

LHOKSEUMAWE| Puluhan mahasiswa dari Universitas Malikussaleh (Unimal) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh mendemo Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar, pada Senin (21/9/2026) sore. Mereka memenuhi halaman utama kantor Wali Kota Lhokseumawe.

Puluhan polisi dan TNI turut mengawal aksi demonstrasi itu. Koordinator aksi Hafizi menyebukan demonstrasi itu sekaligus mengevaluasi kinerja Sayuti Abubakar dalam satu setengah tahun terakhir.

“Program utamanya 0 Broh Jeut Keu Peng (sampah jadi uang), anggarannya sudah ada, namun programnya belum berjalan karena mesinnya belum dioperasionalkan,” kata Hafizi.

Bahkan, sambungnya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah menjadikan mesin itu menjadi temuan dan melihat langsung mesin itu belum beroperasi.

“Pertanyaannya, apakah harus BPK datang terlebih dahulu baru program itu dijalankan?” sebut Hafizi.

Selain itu, dia mendesak agar Pemerintah Kota Lhokseumawe segera mencairkan uang jatah hidup (jadup) korban banjir pada November 2025 lalu. Pasalnya, Lhokseumawe baru mencairkan tahap satu. Sedangkan kabupaten/koa lainnya di Aceh sudah memasuki tahap tiga dan empat.

“Kinerja soal penanganan banjir sangat lamban,” terangnya.

Penanggung Jawab Aksi, Rendi Al Fariq Del Chandra, mengatakan, mahasiswa juga mempertanyakan pembayaran gaji ribuan Pegawai dengan Perjanjian Kerja (PPPK) empat bulan terakhir yang belum dibayar. Sedangkan PPPK dituntut bekerja profesional.

“Masyarakat juga harus mengetahui apa kendalanya,” ujarnya.

Tuntutan lainnya meminta pembangunan jembatan Loskala Lhokseumawe yang nyaris roboh hingga kini belum diperbaiki.

“Walaupun sebelumnya sudah ada LKPJ dengan DPRK, masyarakat juga ingin tahu dan harus tahu sejauh mana transparansi anggaran Kota Lhokseumawe. Karena kejujuran itu lebih indah,” terangnya.

Merespon tuntuan mahasiswa, Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe A Haris menyebutkan untuk gaji PPPK segera dibayarkan setelah pengahan APBD Perubahan Tahun 2026 di DPRK Kota Lhokseumawe. “Pembahasan sedang berlangsung di DPRK,” katanya.

Sedangkan untuk mesin sampah, dia menyebutkan akan dioptimalkan penggunaannya sehingga program kota bersih tanpa sampah bisa terwujud di Lhokseumawe.

“Kami apresiasi koreksi dari mahasiswa. Kita terus bekerja untuk memberikan layanan terbaik,” pungkas Haris. Sedangkan Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar sedang berada di luar kota.|KOMPAS

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Perkuat Peran EPC Nasional, Rekind Bangun Pabrik Soda Ash dan Amonium Klorida Petrokimia Gresik

JAKARTA -PT Rekayasa Industri (Rekind) kembali memperkuat kiprahnya dalam pembangunan industri kimia nasional melalui kepercayaan…

1 hour ago

Pertamina Patra Niaga “Cadiak Pandai Goes to School” Kukuhkan Satuan Tugas Lingkungan Sekolah, Semarakkan Hari Inovasi Indonesia di Ulakan Tapakis

Padang Pariaman– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Aviation Fuel Terminal Minangkabau…

11 hours ago

Tak Berhenti, Bupati Al-Farlaky Kembali Lobi Wamensos RI Perjuangkan Pencairan Jadup

Jakarta-- Upaya mempercepat pencairan bantuan Jatah Hidup (Jadup) bagi korban banjir di Aceh Timur terus…

24 hours ago

Ketua PCNU Lhokseumawe Bekali Santri Pemahaman Turats, Tegaskan Pentingnya Penguasaan Kitab Kuning

LHOKSEUMAWE – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Lhokseumawe, Dr. Tgk. M. Rizwan Haji…

1 day ago

Forbes DPR RI Asal Aceh Kecam Penembakan Warga Saat Pengibaran Bendera Bintang Bulan

BANDA ACEH | Ketua Forum Bersama (Forbes) DPR RI - DPD RI Asal Aceh, TA…

1 day ago

Mantan Kapolri Diduga Sadap Presiden Prabowo, Kini Dipenjara

JAKARTA – Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) diguncang kasus serius. Mantan Kapolri yang kini…

3 days ago

This website uses cookies.