Categories: News

Gubernur Ajak Perbankan Syariah Sediakan Fasilitas dan Layanan Bagi Eksportir dan Importir di Aceh

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengajak seluruh perbankan syariah di Aceh untuk berkontribusi maksimal dalam penyediaan berbagai fasilitas dan layanan yang dibutuhkan oleh eksportir dan importir. Hal tersebut dirasakan penting guna memudahkan pelaku usaha saat melakukan transaksi dengan pelaku usaha dari luar negeri.

“Hasil dari transaksi ekspor agar dapat masuk ke Aceh melalui perbankan, sehingga pendapatan ekspor dapat menghasilkan multiplier effect serta menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Aceh,” kata Nova dalam kegiatan sosialisasi dukungan perbankan syariah dalam mendukung kegiatan ekspor impor di Aceh, Rabu, 24/3.

Sementara itu, kata Nova, di sisi pengembangan industri pengolahan, dukungan perbankan dapat berupa pembiayaan kepada pelaku usaha, apalagi jika diberikan dengan skim pembiayaan murah khususnya kepada UMKM.

Dengan pembiayaan tersebut, diharapkan UMKM dapat naik kelas menjadi pengusaha yang lebih besar, dan dapat memproduksi barang jadi, atau minimal setengah jadi yang kemudian diekspor ke luar negeri.

Bank Syariah Indonesia (BSI) sendiri menyatakan komitmennya untuk mendukung kegiatan ekspor-impor di Aceh. “Kita siap memberikan dukungan penuh dalam kegiatan ekspor impor di Aceh,” kata CEO Regional I BSI Aceh, Nana Hendriana.

Nana mengatakan, pihaknya bertekad menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Aceh. Keyakinan itu didukung dengan layanan BSI yang semakin baik dengan 217 cabang di seluruh Aceh.

“Keberadaan BSI diharapkan menjadi energi baru pembangunan nasional dan Aceh khususnya, dan menjadi wajah perbankan syariah di Indonesia yang modern,” kata Nana.

Nana berkeinginan membawa BSI di Aceh menjadi BSI terbaik di antara regional-regional lain di Indonesia. Untuk itu ia meminta dukungan dari Pemerintah Aceh.

Pada awal Februari lalu, Indonesia mencatat momen penting dalam pengembangan perbankan Syariah. Di mana tiga bank syariah milik pemerintah merger menjadi satu, menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI). Dengan kemampuan dan kapasitas BSI sebagai bank terbesar ke-7 di Indonesia, tentunya akan dapat berperan lebih besar dalam perekonomian nasional termasuk di Aceh.

Pemerintah Aceh sendiri telah menegaskan untuk mendukung penuh langkah tersebut karena sejalan dengan kekhususan Aceh yang menerapkan prinsip Syariat Islam, termasuk dalam sistem ekonomi dan perbankan.

Gubernur Aceh mengajak seluruh stakeholder agar sama-sama memiliki tanggung jawab untuk kepada masyarakat Indonesia bahkan dunia, bahwa ekonomi dan keuangan syariah dapat mewujudkan masyarakat adil, makmur dan sejahtera.

Apalagi Aceh merupakan daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, sehingga memiliki potensi yang besar untuk memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Komoditas yang dihasilkan dari sumber daya alam Aceh, terutama komoditas pertanian dan perikanan, apabila dikelola dengan baik, tidak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan lokal, namun juga bisa memenuhi permintaan nasional, bahkan global.

“Apabila semua potensi itu dapat dioptimalkan, maka Aceh akan menjadi salah satu pemain kunci dalam kegiatan ekspor Indonesia, dan juga berperan strategis dalam pengendalian impor melalui penyediaan barang substitusi impor,” kata Nova.

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Dibangun Bupati Al-Farlaky, Jembatan Keude ‘Ong’ Kembali Fungsional

#Dukung Pembangunan Masjid Baitul Hidayah Rp100 Juta ACEH TIMUR – Jembatan Keude Ong yang menghubungkan…

20 hours ago

Dukung Pelestarian Situs Sejarah, PIM Tata Situs Makam TWK. Muhammad Taher

ACEH UTARA – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menunjukkan kepeduliannya terhadap pelestarian situs bersejarah dan…

20 hours ago

Semnas ke-10 PNL Bahas Masa Depan Riset Nasional

LHOKSEUMAWE – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) kembali memperkuat komitmennya dalam pengembangan riset, inovasi, dan kolaborasi…

2 days ago

Rekind Tegaskan Komitmen K3, Proyek Salak Unit 7 Capai 2 Juta Jam Kerja Aman

JAKARTA - Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar bagi PT…

4 days ago

Bupati Al-Farlaky Hadiri Muzakarah Dayah Keude Dua

Disambut Hangat Ulama Kharismatik Aceh Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I.,…

5 days ago

Pakar UI Ajak Mahasiswa Kenali Consent dan Lawan Kekerasan Digital

Lhokseumawe — Meningkatkan kesadaran terhadap kekerasan seksual di ruang digital menjadi fokus Kuliah Umum Program…

6 days ago

This website uses cookies.