Categories: News

Saat Naluri Karyawan PLN Terguncang di Banjir Bandang

ACEH UTARA | Ari Afdal, tiba di Kabupaten Aceh Utara, 10 Desember 2020. Pemuda ini tim relawan dari Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN Peduli. Berangkat dari Jakarta sehari sebelumnya untuk membantu korban banjir di kabupaten itu.

Banjir merendam 23 kecamatan dari 27 kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara. Ribuan orang mengungsi dan kehilangan tempat tinggal. Lima orang meninggal dunia. Banjir mulai merendam daerah itu sejak 4 Desember 2020.

Lalu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Aceh, Jefri Rosiadi, membentuk tim khusus dan melapor ke kantor pusat. Dua relawan dari YBM PLN Peduli Jakarta hadir ke Aceh.

Tujuan awal, menyalurkan bantuan untuk korban banjir. Namun, saat tiba di Aceh, Ari Afdal, tertegun. Rumah dan jalan berubah bak lautan luas. Ketinggian air mulai satu hingga dua meter.

Sungguh memilukan. Pengungsi berada di meunasah (surau) dan sebagian badan jalan yang tidak tergenang banjir. Setiba di Desa Keudeu Lhoksukon, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Ari melihat seluruh bangunan terendam. Termasuk kantor PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Lhoksukon.

“Saya terkejut, separah ini banjirnya. Maka, kami putuskan untuk tidak sekadar menyalurkan bantuan. Namun bersama-sama membersihkan sisa banjir,” kata Ari.

Selain itu, dia bersama karyawan PLN lainnya mendirikan Posko di PLN Unit Layanan Pelanggan Lhoksukon. Posko itu termasuk memonitor layanan listrik. Pasalnya, 330 transformator (trafo) milik PLN terendam. Sehingga, listrik terpaksa dipadamkan.

Namun, Ari dan seluruh karyawan PLN menyusuri banjir. Membuka alur agar air segera mengalir dan tidak merendam trafo. Sehingga trafo bisa dinyalakan lagi. Bahkan, tanpa melihat jam kerja. Mereka menaiki tiang listrik hingga dini hari. Berupaya listrik menyala di lokasi banjir.

Pekerja PLN memperbaiki jaringan listrik di lokasi banjir Desa Madan, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, 5 Desember 2020. BAKATA|MASRIADI

Sehari terendam, PLN bisa menghidupkan 150 trafo. “Layanan listrik harus tetap menyala. Kami berusaha menyusuri trafo yang teredam dan berpikir keras agar bisa segera menyalakannya lagi,” kata Ari.

Di tengah bencana alam banjir bandang, pekerja PLN berjibaku antara keluarga dan pekerjaan. Mukhtar Juned, Asisten Manajer Stakeholder PLN Aceh, turut dalam rombongan relawan.

“Saya sudah evakuasi keluarga. Rumah ibu saya terendam banjir. Namun, alhamdulillah sudah dievakusi. Sekarang bisa fokus membantu warga lainnya,” kata pria akrab disapa MJ ini.

Dia pun rajin menelpon pemerintah dan sejumlah kolega yang dikenal untuk menjangkau daerah terisolir. Menyusuri sungai yang berubah seperti laut dengan perahu karet. Membawa bantuan berupa beras, minyak goreng dan kebutuhan dasar lainnya untuk pengungsi.

Berhari-hari mereka menyusur pelosok pedalaman Aceh itu. Nurani mereka terguncang. Ingin bersama masyarakat selama banjir melanda.

Relawan dari PLN membersihkan sampah sisa banjir di Pasar Lhoksukon, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, 10 Desember 2020. BAKATA|MASRIADI

***

Baru 10 hari kemudian banjir surut. Ari dan kawan-kawan PLN bersama sejumlah relawan lintas sektor membersihkan puing-puing kerusakan akibat banjir di Pasar Lhoksukon, Aceh Utara.

Mulai mengangkut kayu, menyapu jalan hingga membersihkan sampah untuk menyulap kota kinclong kembali.

Tangan mereka cekatan membersihkan sampah sisa banjir. Tak ada risih walau sehari-hari mereka berkantor di ruang dengan mesin pendingin. Mengenakan kemeja dan dasi. Hari itu, mereka tampil serba bisa. Sebagian turut membantu mengantar warga kembali ke rumah dari lokasi pengungsian.

Pekerja PLN melewati banjir di Desa Trieng Pantang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, 6 Desember 2020. BAKATA| MASRIADI

General Manager PLN UIW Aceh Jefri Rosiadi, menyebutkan paska banjir PLN turut menangani sektor kesehatan warga. “Kita bersama Puskesmas di sejumlah titik membantu pengobatan warga. Agar mereka bugar kembali. Rata-rata mengalami gatal-gatal, sesak nafas dan diare,” kata Jefri.

Jefri menyebutkan, PLN bukan hanya bicara soal listrik agar menyala selama banjir. Namun sedapat mungkin meringankan beban masyarakat di Aceh. “Baik selama sebelum pandemi Corona maupun setelahnya,” kata Jefri.

Data penyaluran bantuan sosial dari PLN Aceh hingga hari ini mencapai Rp 3, 6 miliar lebih. Dengan rincian untuk bencana alam sebesar Rp. 484.857.100, pendidikan sebesar Rp 366.042.143, peningkatan kesehatan sebesar Rp. 82.500.000, perbaikan dan pembangunan fasilitas umum Rp 319.175.193, sarana ibadah  Rp. 160.000.000 dan pelestarian alam Rp. 209.239.706.

Data penyaluran bantuan sosial dari PLN ULW Aceh INFOGRAFIS | MASRIADI

“Untuk sektor pengentasan kemiskinan terbesar Rp 2 miliar lebih, termasuk kita pasang listrik untuk keluarga kurang mampu dan miskin Rp 2 miliar lebih,” terangnya.

Baik Jefri dan Ari, tak membedakan pangkat dan jabatan. Mereka sama-sama pulang dari lokasi banjir terbesar sepanjang sepuluh tahun terakhir itu di Aceh Utara.

“Kami bisa pulang dengan tenang sekarang. Urusan banjir sudah selesai,” katanya.

***

Pengajar dari jurusan manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, Halida Bahri, mengapresiasi langkah PLN terbuka mempublikasikan data penyaluran bantuan sosial pada masyarakat.

“BUMN itu lahir dengan uang negara, sedapat mungkin dia hadir pula di tengah masyarakat yang susah seperti banjir bandang kemarin itu. Baiknya, mereka fokus ke pedalaman. Kalau di lintas jalan nasional, pasti banyak bantuan, di pedalaman itu tidak ada sama sekali,” terang Halida.

Dia mengapresiasi langkah PLN untuk membantu hingga penanganan paska banjir. “Listrik, air dan signal handphone itu urusan paling penting selain logistik makanan. Dan, PLN memastikan suplai listrik nyala. Itu luar biasa,” pungkasnya.

|MASRIADI

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Pembebasan Lahan untuk Huntap Penyintas Banjir Aceh Utara Dibebankan ke APBD

LHOKSUKON- Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, menetapkan 21 lahan untuk pembangunan hunian tetap (Huntap)…

5 hours ago

Waspada Penipuan Atasnama Bupati Aceh Timur, Modus Salah Transfer Uang

IDI RAYEUK | Kasus penipuan dengan modus “bantuan pejabat” kembali memakan korban. Seorang ibu asal…

7 hours ago

Kapan Pantai Jagu Lhokseumawe Dibenahi Pemerintah?

LHOKSEUMAWE- Kawasan wisata Pantai Jawa Hagu (Jagu) di Desa Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti,…

7 hours ago

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Hanguskan 84 Rumah di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE- Tim penyidik Polres Lhokseumawe, Provinsi Aceh masih mendalami penyebab kebaran di Kompleks Jalan Perdede,…

1 day ago

Akhirnya, Lhokseumawe Terapkan Pemberlakuan Layanan Kesehatan Gratis Sesuai Desil Kependudukan

LHOKSEUMAWE- Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh akhirnya memberlakukan layanan kesehatan gratis sesuai status desil kependudukan.…

1 day ago

Penyintas Banjir Lhokseumawe Desak Pemerintah Percepat Bangun Huntap

LHOKSEUMAWE- Penyintas banjir yang kini menempati hunian sementara Desa Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu,…

1 day ago

This website uses cookies.