ACEH UTARA – Sebanyak 14 jembatan di Kabupaten Aceh Utara roboh akibat banjir selama sembilan hari terakhir di kabupaten itu. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara kelimpungan mencari sumber dana untuk rehab berat dan bangun baru jembatan itu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh Utara, Edi Anwar, dihubungi per telepon, Selasa (15/12/2020) menyebutkan, jembatan di Kecamatan Geureudong Pase yang roboh tersebut hingga kini belum ada dana untuk rehab.
“Kalau jembatan rangka baja Geureudong Pase ke Tanah Luas yang viral itu butuh dana Rp 23 miliar. Darimana duitnya kita ambil, pemerintah kabupaten dan provinsi untuk APBD 2021 sudah disahkan. Jadi tak bisa dimasukan ke APBD. Solusinya kita minta bantuan pusat,” kata Edi.
Untuk sementara, kata Edi, pihaknya sedang mencari dana untuk membangun rakit buat penyeberangan masyarakat di pedalaman itu. “Kita cari uang buat rakit, ini akhir tahun, kita tak punya dana. Pokoknya kita usahakan rakit, agar masyarakat bisa menyeberang,” katanya.
Sedangkan untuk 13 jembatan lainnya seperti jembatan gantung di sejumlah kecamatan juga diminta bantu pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI.
“Kita harap dana kementerian. Agar akses masyarakat normal kembali,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan banjir besar melanda Aceh Utara sembilan hari terakhir. Saat ini, banjir mulai surut di sejumlah titik. Ribuan orang yang sebelumnya mengungsi kini sudah kembali ke rumah masing-masing.
|KCM

Subscribe to my channel

