Terhubung dengan kami

Elit Boleh Berganti, Banjir Matangkuli Abadi…

Polhukam

Elit Boleh Berganti, Banjir Matangkuli Abadi…

ACEH UTARA|  Sebanyak 13 Desa di Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, terendam banjir, akibat meluapnya air Krueng (sungai) Pirak, dikawasan desa setempat, Sabtu (7/11/2020) pagi.

Selain banjir rendamkan ratusan rumah, sebuah Yayasan Pendidikan Islam Dayah Nurul Imam di Gampong Alue Bungkoh, ikut terendam, akibatnya, aktivitas belajar mengajar dan mengaji di yayasan dayah tersebut lumpuh total.

Ratusan rumah yang terendam masing-masing terdapat di Gampong Alue Bungkoh, Teupin U, Ceumeucet. Leupeu. Krueng Pirak, Matang Keh, Rayeuk Pange, Bungong, Geulumpang, Beuracan Rata, Asan Krueng Keruh Ara, Munyeu Tujoh, dan Tonton Moncrang

Namun kondisi banjir terparah terdapat di Gampong Alue Bungkoh, karena air di permukiman warga dan badan jalan mencapai 30 cm hingga 50 cm. hingga sore debit air sungai Krueng Pirak juga semakin bertambah, saat ini warga masih bertahan dirumah masing-masing.

Tokoh pemuda asal Gampong Tonton Moncrang saat ditemua dilokasi,T Faisal Razi menyebutkan, dipenghujung akhir tahun November- Desember sudah menjadi langganan banjir masyarakat yang tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS) khususnya Pirak Timu.

“Banjir yang kerap terjadi selama ini, karena terjadi hujan deras dan meluapnya air Krueng (sungai) Pirak, sehingga akan menjadi kekuatiran masyarakat, apalagi saat ini sudah memasuki musin tanam,“kata T Faisal, Sabtu (7/11/2020).

Menurutnya, Jika pemerintah tidak membangun tanggul berapa sungai yang rendah, baik tanggul sungai Pirak, Keureutoe dan beberapa sungai lainnya, warga yang tinggal di kawasan DAS, setiap tahun akan berlangganan banjir.

“Kondisi ini sudah sering dikeluhkan masyarakat dan sudah bertahun-tahun meminta kepada pemerintah untuk normalisasi sungai maupun pembangunan tanggul yang rendah. Sehingga masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) tidak berlangganan banjir setiap tahun. “Terangnya

Sementara, pimpinan Yayasan Pendidikan Islam Dayah Nurul Iman, Waled Abdul Majid mengatakan, air mulai masuk ke konplek yayasan sejak subuh sekitar pukul 05.00 WIB, sehingg proses belajar mengajar dihentikan untuk sementara dan sudah menjadi langganan saat memasuki musim penghujan,

“Tahun ini sudah dua kali terjadi, sehingga aktifitas belajar dan mengaji untuk sementara dihentikan, kerana sudah memasuki kamar (bilik) santri laki-laki, dan para sejumlah santri terpaksa kita suruh jemput sama orang tua wali,”pungkasnya.

|RIL

Baca selengkapnya
Rekomendasi...

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Ke Atas