Categories: Polhukam

Ini Harapan Politisi Muda Partai Aceh Tentang 15 Tahun Perdamaian

ACEH UTARA- Politisi Partai Aceh Razali Abu menilai saat ini masih banyak hak dan kewenangan Aceh yang belum direalisasikan pemerintah pusat sesuai dengan Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA) dan butir-butir perjanjian damai RI-GAM di Helsinki yang ditandatangani 15 tahun silam.

“Seperti persoalan bendera, bagi hasil migas dan kewenangan aceh yang lainnya yang belum dipenuhi oleh pemerintah pusat sesuai harapan masyarakat Aceh,” kata Ketua Komisi III DPRK Aceh Utara, Razali Abu, Sabtu (15/8/2020).

Razali menyebutkan terkait bendera dan lambang sesuai Qanun Nomor 3 Tahun 2013 itu sudah disahkan, tapi hingga saat ini belum dikibarkan. Maka itu, terkait masalah tersebut Pemerintah Aceh dan Pusat jangan saling menyalahkan.

“Saya juga mengajak eksekutif dan legislative yang ada di aceh maupun yang ada di pusat untuk sama-sama kita perjuangkan isi perjanjian damai tersebut,” katanya.

Razali menilai perjanjian damai itu hanya keuntungan untuk pemerintah pusat, dikarenakan hingga saat ini masih banyak perjanjian yang sudah disepakati itu belum dipenuhi. “Kalau ini bukan perdamaian ini namanya,” katanya.

Lanjutnya, jika perjanjian itu tidak direalisasikan seluruhnya dikhawatirkan akan terjadi komplik baru. “Jadi kita sangat berharap hal itu jangan terjadi lagi,”katanya.

Selain itu, dia menyebutkan dalam Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA) Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh yang lahir pasca perdamaian memberikan ruang yang besar untuk pengelolaan pemerintah daerah guna mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

“UUPA itu produk politik dan banyak kekhususan diberikan untuk Aceh, tapi regulasinya belum cukup maksimal untuk peningkatan sosial maupun kesejahteraan,” kata dia.

Razali mengatakan padahal aceh ini salah satu daerah hasil bumi paling besar untuk Indonesia, tapi kita lihat Aceh ini tidak dianggap. Karena saat ini masyarakat aceh sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah pusat untuk kesejahteraan masyarkat Aceh.

“Jadi kita mengajak para elit politik di Aceh maupun masyarakat secara umum untuk terus merawat perdamaian dan mengisinya dengan kegiatan-kegiatan positif agar mampu meningkatkan perekonomian,”pungkasnya.

|AT

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Kolaborasi Strategis dengan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol

Padang – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memperkuat sinergi dengan berbagai…

6 hours ago

Perkuat Peran EPC Nasional, Rekind Bangun Pabrik Soda Ash dan Amonium Klorida Petrokimia Gresik

JAKARTA -PT Rekayasa Industri (Rekind) kembali memperkuat kiprahnya dalam pembangunan industri kimia nasional melalui kepercayaan…

1 day ago

Pertamina Patra Niaga “Cadiak Pandai Goes to School” Kukuhkan Satuan Tugas Lingkungan Sekolah, Semarakkan Hari Inovasi Indonesia di Ulakan Tapakis

Padang Pariaman– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Aviation Fuel Terminal Minangkabau…

2 days ago

Tak Berhenti, Bupati Al-Farlaky Kembali Lobi Wamensos RI Perjuangkan Pencairan Jadup

Jakarta-- Upaya mempercepat pencairan bantuan Jatah Hidup (Jadup) bagi korban banjir di Aceh Timur terus…

2 days ago

Ketua PCNU Lhokseumawe Bekali Santri Pemahaman Turats, Tegaskan Pentingnya Penguasaan Kitab Kuning

LHOKSEUMAWE – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Lhokseumawe, Dr. Tgk. M. Rizwan Haji…

2 days ago

Forbes DPR RI Asal Aceh Kecam Penembakan Warga Saat Pengibaran Bendera Bintang Bulan

BANDA ACEH | Ketua Forum Bersama (Forbes) DPR RI - DPD RI Asal Aceh, TA…

3 days ago

This website uses cookies.