Categories: FeaturedSosok

Ketua PCNU Lhokseumawe Bekali Santri Pemahaman Turats, Tegaskan Pentingnya Penguasaan Kitab Kuning

LHOKSEUMAWE – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Lhokseumawe, Dr. Tgk. M. Rizwan Haji Ali, MA, memberikan materi tentang turats atau kitab kuning kepada para santri se-Kota Lhokseumawe dalam kegiatan Pelatihan Musabaqah Qiraatil Kutub, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe tersebut bertujuan memperkuat pemahaman dan kemampuan para santri dalam membaca, memahami, serta mengkaji kitab-kitab klasik keislaman.

Dalam pemaparannya, Tgk. Rizwan menjelaskan bahwa kitab kuning merupakan kitab-kitab muktabar yang selama ini menjadi rujukan utama dalam tradisi pendidikan dayah atau pesantren di seluruh Nusantara.

Menurutnya, di Aceh, para ulama telah melakukan proses seleksi dan validasi terhadap berbagai kitab karya ulama besar, khususnya dalam tradisi Mazhab Syafi’i, untuk dijadikan sebagai bagian dari kurikulum pendidikan dayah.

Ia menjelaskan, karakteristik kitab kuning terletak pada tradisi keilmuan klasik Islam yang diwariskan secara tertulis dan memiliki kesinambungan sanad keilmuan. Tradisi tersebut menghubungkan karya-karya ulama dengan para imam mazhab, para sahabat Nabi, hingga Rasulullah SAW.

“Penguasaan kitab kuning merupakan hal yang sangat penting bagi santri. Kitab kuning bukan sekadar bahan bacaan, tetapi telah menjadi bagian dari identitas dan karakteristik santri serta unsur penting dalam tradisi pesantren,” jelas Tgk. Rizwan.

Ia juga mengaitkan kedudukan kitab kuning dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, yang menempatkan kajian kitab kuning sebagai salah satu karakteristik penting dalam penyelenggaraan pendidikan pesantren.

Lebih lanjut, Tgk. Rizwan menerangkan bahwa kandungan keilmuan kitab kuning tidak hanya terbatas pada ilmu-ilmu agama (ulum al-diniyah), seperti tauhid, fikih, dan tasawuf, tetapi juga mencakup ilmu-ilmu rasional dan pendukung (ulum al-aqliyah), seperti ilmu alat, logika, dan bahasa.

Kedua bidang keilmuan tersebut, menurutnya, memiliki hubungan yang saling melengkapi. Penguasaan ilmu agama memberikan landasan substantif dalam memahami ajaran Islam, sedangkan penguasaan ilmu alat, logika, dan bahasa menjadi perangkat metodologis untuk membaca, menelaah, dan memahami kandungan kitab kuning secara tepat.

“Oleh karena itu, santri perlu menguasai kedua bidang keilmuan tersebut. Kemampuan membaca kitab harus diikuti dengan kemampuan memahami substansi dan metodologi keilmuan yang terkandung di dalamnya,” tambahnya.

Kegiatan Pelatihan Musabaqah Qiraatil Kutub ini juga menghadirkan pemateri lainnya, yaitu Tgk. Taufikurrahmi, M.Pd., Sekretaris PCNU Kota Lhokseumawe, serta Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Lhokseumawe.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri semakin memperkuat tradisi keilmuan Islam melalui penguasaan kitab-kitab turats, sekaligus menjaga kesinambungan warisan intelektual para ulama dalam pendidikan dayah di Kota Lhokseumawe.|MUMUL

Bagikan Postingan
Redaksi Bakata

Recent Posts

Forbes DPR RI Asal Aceh Kecam Penembakan Warga Saat Pengibaran Bendera Bintang Bulan

BANDA ACEH | Ketua Forum Bersama (Forbes) DPR RI - DPD RI Asal Aceh, TA…

2 hours ago

Mantan Kapolri Diduga Sadap Presiden Prabowo, Kini Dipenjara

JAKARTA – Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) diguncang kasus serius. Mantan Kapolri yang kini…

2 days ago

Pemkab Atim Bakal Terapkan Manajemen Talenta ASN, Bupati Al-Farlaky Paparkan Kesiapan di BKN

#Aceh Timur Instansi Pertama di Provinsi Aceh yang Memperoleh Rekomendasi  BKN JAKARTA – Bupati Aceh Timur…

2 days ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Terima Kunjungan Komisaris Pertamina (Persero), Tinjau Keandalan Operasional dan Pelayanan BBM

Medan – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menerima kunjungan Komisaris PT…

2 days ago

Pertamina Patra Niaga Regional SumbagutJaga Kelestarian Alam dan Penghijauan di Sekitar Danau Toba

Samosir– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) tegaskan komitmennya dalam pelaksanaan program Tanggung…

4 days ago

Perkuat Konsolidasi Organisasi, PCNU Kota Lhokseumawe Gelar Rapat Kerja

LHOKSEUMAWE – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Lhokseumawe menggelar Rapat Kerja (Raker) pada Sabtu,…

5 days ago

This website uses cookies.