Categories: Tekno

Berbagai Cara Peretas Membajak Akun WhatsApp

JAKARTA – Pakar keamanan siber dan chairman lembaga riset siber Indonesia CISSReC (Communication & Information System Security Research Center), Pratama Persadha mengungkapkan ada beberapa faktor yang menjadi celah peretasan WhatsApp. Faktor-faktor tersebut di antaranya perangkat smartphone dan nomor telepon.

“Whatsapp seperti akun media sosial menjadi sasaran peretasan. Ada banyak faktor mengapa Whatsapp bisa diretas. Bisa karena faktor perangkat smartphone, nomor yang dipakai dan juga faktor lainnya,” kata Pratama dilansir dari Okezone, Selasa (12/5/2020).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan dari sisi faktor smartphone, peretas dapat menyusupi perangkat dengan malware. Dengan malware, peretas dapat mengintip pesan WhatsApp tanpa pemilik merasa WhatsApp-nya telah diambil alih.

“Ada kemungkinan serangan malware atau perangkat sengaja dimasuki malware. Banyak sekali malware berbayar maupun gratis yang beredar dipasaran untuk melakukan spionase pada perangkat keras seperti smartphone,” kata Pratama.

Contoh kasus peretasan melalui malware pernah dialami CEO Amazon Jeff Bezos, di mana WhatsApp miliknya dibobol dan percakapannya dengan salah satu host acara TV di Amerika Serikat bocor, yang menyebabkan perceraian salah satu orang terkaya di dunia tersebut.

“Malware paling berbahaya adalah pegasus buatan NSO Israel. Yang bisa mengambil alih kendali smartphone hanya lewat call audio lewat Whatsapp,” imbuh Pratama.

Lebih lanjut, Pratama menambahkan faktor lain yang dapat dilakukan untuk membobol WhatsApp yakni duplikasi nomor WhatsApp.

“Dalam hal ini sim card sebenarnya bisa diduplikasi. Dalam hal kasus pembobolan rekening Ilham Bintang, pelaku berhasil menduplikasi nomor indosat korban. Yang sebenarnya juga bisa langsung memakai WhatsApp korban,” kata dia.

Meskipun demikian, cara tersebut masih lemah. Pasalnya saat meretas WhatsApp dengan cara tersebut. WhatsApp pada smartphone target langsung tidak aktif, sehingga target tahu bahwa WhatsApp-nya tengah dibajak.

“Cara lain yang sering dilakukan adalah mengirimkan link URL, maupun gambar dan gif yang berisi virus. Virus dan malware yang disusupkan ini bisa mengambil alih Whatsapp. Dalam hal kasus Jeff Bezos, pegasus diduga memakai cara ini,” pungkas Pratama.

|OKZ

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Lobi Bupati Al- Farlaky, Pembudidaya Tambak Terima Benur Udang Vaname dari KKP

PEUREULAK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mulai mendorong pemulihan sektor perikanan budidaya yang terdampak banjir…

11 hours ago

Bupati Aceh Timur Tegas: Domino Dilarang, Celana Pendek Pria Tak Boleh Berkeliaran di Tempat Umum

ACEH TIMUR — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengeluarkan kebijakan tegas untuk menjaga penerapan…

14 hours ago

Yuk Ngopi Cantik di ACE INN Hotel Banda Aceh

BANDA ACEH — Menikmati kopi dan hidangan sambil bersantai kini menjadi salah satu pilihan masyarakat…

1 day ago

Mengintip Peran Strategis Rekind dalam Pembangunan Pabrik Soda Ash Pertama di Indonesia

Di balik pembangunan Pabrik Soda Ash pertama di Indonesia terselip peran strategis PT Rekayasa Industri…

1 day ago

Berbulan-bulan Bertahan di Tenda, Enam KK Korban Banjir Blang Peuria Menanti Kepastian Hunian

ACEH UTARA — Banjir yang melanda Desa Blang Peuria, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, pada 26…

2 days ago

14 Rumah Penyintas Banjir Aceh Utara Terbelangkalai, BNPB Angkat Bicara

LHOKSUKON- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI berjanji menyelesaikan pembangunan 14 rumah atau hunian tetap…

2 days ago

This website uses cookies.