ACEH UTARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Aceh Utara menutup Museum Samudera Pasai di Desa Beuringen, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, sejak Selasa (17/2/2020) ditutup hingga dua pekan ke depan.
Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Aceh Utara, Nur Liana, siang ini, menyebutkan kebijakan itu diambil seiring merebaknya virus corona atau Covid-19 di tanah air.
“Ini langkah antisipasi. Museum kita tutup dan tidak ada kegiatan di museum selama dua pekan ke depan. Kami khawatir, karena museum menjadi tempat yang ramai dikunjungi,” kata Nur Liana.
Dia menyebutkan, per hari museum itu bisa dikunjungi 200 warga. Mayoritas dari pengunjung pelajar berbagai tingkatan dalam kabupaten itu. Sejauh ini, museum yang menyimpan koleksi kerajaan Islam terbesar di Indonesia itu memastikan akan buka lagi setelah mendapat intruksi dari pemerintah.
“Kalau nanti sudah dipastikan buka lagi oleh pemerintah, misalnya anak-anak sekolah yang diliburkan sudah diizinkan sekolah lagi, maka kami akan segera buka juga. Kami ingin museum tetap ramai dikunjungi. Namun, tak mungkin membiarkan museum terbuka untuk umum ditengah situasi begini,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, museum ini menyimpan peninggalan sejarah sejak abad 13, 15 dan abad 18. Museum itu satu-satunya yang menyimpan koleksi Kerajaan Samudera Pasai, cikal bakal penyebaran Islam di nusantara.
|KCM
LHOKSUKON – Sejumlah penyintas banjir duduk di dalam hunian sementara (Huntara) di Desa Matang Bayu,…
Keuchik (Kepala Desa) Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Mansur, mendesak pemerintah…
MALAYSIA - Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus memperkuat peran strategisnya dalam pengembangan pendidikan tinggi vokasi…
Padang– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung…
ACEH UTARA — Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, SE., MM., menyampaikan pernyataan tegas dalam…
Pekanbaru – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang dipimpin oleh Executive General…
This website uses cookies.