EdukasiPengentasan Kemiskinan di Aceh, Ini Solusi Rektor Unimal

Pengentasan Kemiskinan di Aceh, Ini Solusi Rektor Unimal

Banda Aceh – Rektor Universitas Malikussaleh, Dr Herman Fithra, menyebutkan peningkatan kualitas pendidikan menjadi aspek penting dalam pengentasan kemiskinan di Aceh.

Pernyataan itu disampaikan Herman Fithra ketika menjadi salah satu narasumber dalam diskusi public “Arah Kebijakan Ekonomi Aceh” yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Gampong Gayo Coffee, Banda Aceh, Sabtu (29/2/2020).

Selain kualitas pendidikan, Herman memandang perlu adanya pertumbuhan ekonomi untuk menggerakkan sektor riil dan menyerap tenaga kerja. “Kita punya kawasan ekonomi khusus, tetapi belum berjalan maksimal. Di perbatasan Aceh Utara – Bener Meriah kini tumbuh sebagai pusat ekonomi baru yang fokus pada pariwisata dan agroekonomi. Jadi, kolektivitas antardaerah di Aceh harus saling bersinergi,” kata Herman yang bicara setelah pengamat Ekonomi Aceh, Dr Amri.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dibutuhkan adanya investasi di Aceh yang menurut Herman memiliki masalah yang kompleks. Menurutnya, banyak investor ragu-ragu masuk Aceh karena rentan dengan gejolak. Masyarakat diharapkan lebih welcome terhadap investor. “Masalah ini harusnya sosiolog yang menjawab,” tambah Herman.

Masalah pertumbuhan ekonomi dan investasi, lanjut Rektor, berkaitan erat dengan kestabilan keamanan dan politik. Aspek tersebut juga menjadi kendala di Aceh karena gesekan keamanan sangat rentan dan bernuansa politis.

Pada bagian lain, Rektor menyebutkan bonus demografi yang terjadi di Indonesia termasuk Aceh, harus dikelola dengan baik agar tidak menjadi masalah sosial, alih-alih bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. “Pola pikir generasi milenial harus berubah menjadi entrepreneur, bukan berorientasi menjadi PNS.

“Mahasiswa diharapkan terdepan dalam peningkatan industri kreatif di Aceh, sebab mahasiswa merupakan generasi pilihan. Kenapa pilihan, persentase generasi muda di Aceh yang bisa kuliah hanya sekitar 14 persen,” tandas Herman yang mengharapkan mahasiswa harus mampu menciptakan lapangan kerja.

Masalah pertumbuhan ekonomi dan investasi, lanjut Rektor, berkaitan erat dengan kestabilan keamanan dan politik. Aspek tersebut juga menjadi kendala di Aceh karena gesekan keamanan sangat rentan dan bernuansa politis.

Pada bagian lain, Rektor menyebutkan bonus demografi yang terjadi di Indonesia termasuk Aceh, harus dikelola dengan baik agar tidak menjadi masalah sosial, alih-alih bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. “Pola pikir generasi milenial harus berubah menjadi entrepreneur, bukan berorientasi menjadi PNS.

“Mahasiswa diharapkan terdepan dalam peningkatan industri kreatif di Aceh, sebab mahasiswa merupakan generasi pilihan. Kenapa pilihan, persentase generasi muda di Aceh yang bisa kuliah hanya sekitar 14 persen,” tandas Herman yang mengharapkan mahasiswa harus mampu menciptakan lapangan kerja.

Selain Rektor Malikussaleh dan Dr Amri, hadir juga Kepala Bank Indonesia Banda Aceh, Zainal Arifin Lubis yang bicara tentang prospek ekonomi Aceh ke depan. Pemicara lain adalah Edi Fadhil dari Bappeda Aceh dan Direktur IInstitute For Development Of Acehnese Society, Munzami Hs. Pembicara terakhir mengkritisi politik anggaran yang tidak menyentuh langsung kepentingan rakyat banyak, tetapi hanya memihak elit pemerintahan dan dewan.

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Polisi Selidiki Kelangkaan BBM di Lhokseumawe

LHOKSUKON- Tim Polres Lhokseumawe, Provinsi Aceh menyelidiki kelangkaan bahan...

Bupati Al-Farlaky Serahkan Santunan Ahli Waris Tahap III Korban Banjir

Bantuan Tidak Boleh Dipotong, Jadup Tahap II Sedang Berproses Aceh...

Merajut Harapan dari Negeri Pase

Kabut pagi masih menggantung di antara perbukitan Kuta Makmur...

Hampir Satu Dekade Mangkrak, Jembatan Gantung Bhoem–Blangsimpo Akhirnya Siap Dilanjutkan

ACEH TIMUR – Harapan masyarakat Desa Bhoem dan Desa...

Bupati Al-Farlaky Beri Teladan, Antar Putra ke Sekolah pada Hari Pertama

Aceh Timur– Kesibukan sebagai kepala daerah tidak menghalangi Bupati...