Categories: Polhukam

Ibu dari Bocah Aceh Dijual di Malaysia Pendatang Ilegal

ACEH UTARA -Penanganan kasus penculikan bocah asal Aceh, Alfi Inayati di Malaysia terkendala dokumen administrasi. Pasalnya, ibu Alfi, Marsidah asal Desa Cot Baroh, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen pendatang illegal di negeri jiran itu.

Sehingga, tidak mungkin membawa kasus itu ke polisi Diraja Malaysia.

Ketua Perkumpulan Masyarakat Aceh di Malaysia, Bukhari, dihubungi per telepon, Rabu (19/2/2020) membenarkan Marsidah tidak memiliki dokumen imigrasi karena datang sebagai pendatang illegal di negeri itu.

“Marsidah memang sudah lama berada di Malaysia, namun dia tak memiliki dokumen keimigrasian. Maka,kita harus ekstra usaha lewat jalur informal. Agar bisa menemukan bayi itu. Tak mungkin membawa kasus ini ke Polisi Diraja Malaysia, karena pasti pertama yang akan ditanyakan dokumen imigrasi Marsidah<” kata Bukhari.

Dia menyebutkan, pendekatan informal dengan otoritas Malaysia terus dilakukan agar bisa membantu menangani kasus penculikan bayi itu. Sehingga, bayi ditemukan namun lewat jalur informal.

“Semoga ada titik terang,” pungkasnya.

Sebelumnya, putri dari Marsidah (29) itu diduga dijual oleh pengasuhnya Rita, asal Medan, Sumatera Utara. Informasi itu disampaikan Ketua Perkumpulan Masyarkat Aceh di Malaysia, Bukhari.

Saat ini, Bukhari dan teman-temannya terus berupaya mencari keberadaan Rita dan menemukan bayi tersebut. Bayi itu dititip untuk dijaga karena Marsidah harus bekerja. Belakangan, Rita tak bisa dihubungi. Bahkan ketika didatangi rumahnya, Rita tidak berada di rumah. Diketahui Rita bersuami warga Bangladesh di Malaysia merupakan pendatang gelap.

“Rita itu tak memiliki paspor atau dokumen keimigrasian. Kami sedang mencari cara agar bisa menemukan Rita,” pungkas Bukhari.

|KCM

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Realisasi Tambahan TKD Lhokseumawe Baru Rp 34 M dari Rp 124 M

KOTA LHOKSEUMAWE – Kota Lhokseumawe mencatat total tambahan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp124,97 miliar berdasarkan realisasi per 24 September…

8 hours ago

Bupati Aceh Timur Tambah Anggaran Rp 1 Miliar, Pengaspalan Jalan Kota Idi Tahap Dua Dilaksanakan Akhir Tahun

Aceh Timur,IDI –Kabar baik bagi masyarakat Kota Idi. Setelah tahap pertama pengaspalan Jalan Kota Idi…

8 hours ago

Rangkaian Pertamina SMEXPO 2026 Resmi Dimulai

Pekanbaru, 25 September 2026 - PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Downstream - PT Pertamina Patra…

1 day ago

Pupuk Indonesia Perkuat Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Perikanan di Pangkep

Pangkep – PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor perikanan di…

1 day ago

Menikmati Tapanuli dari Balkon Kamar, Konsep “Cool Escape” Queen Parrona Hotel by Sativa

Siborongborong — Menikmati keindahan Tapanuli tidak selalu harus dilakukan dengan mengunjungi berbagai destinasi wisata. Bagi…

2 days ago

Hoax Terbantahkan! Bupati Al-Farlaky Ternyata Selalu Temui Pendemo, Bahkan Video Call Saat di Luar Daerah

Aceh Timur–Beredar isu Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menghindari pendemo adalah hoax dan tidak…

3 days ago

This website uses cookies.