Categories: Polhukam

Soal Amonia PT PIM, Aktivis Ungkap Hasil Pertemuan dengan Manajemen

Lhokseumawe – Kebocoran gas amonia dari Perusahaan PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM) di Aceh Utara, Aceh tentunya bukan merupakan sebagai hal yang baru, masyarakat yang berada di sekitar pabrik penghasil pupuk itu terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena terhirup gas beracun tersebut.

Pengamat Lingkungan Hidup Aceh Dahlan M Isa, mengatakan amonia tersebut sengaja dilepas, apabila gas beracun itu tidak dilepas maka akan terjadi kendala pada pabrik PT Pupuk Iskandar Muda.

“Saya pernah bertemu dengan pihak perusahaan PT Pupuk Iskandar Muda dan untuk menanyakan langsung mengapa sampai terjadi kebocoran amonia, mereka mengaku bahwa amonia itu memang sengaja dilepas, apabila tidak dilepas maka akan terjadi kendala di pabrik,” ujar Dahlan, Selasa, 4 Februari 2020.

Dahlan menambahkan, pelepasan amonia tersebut kadang dilakukan pada malam hari, disaat arah angin mengarah ke laut, sehingga gas beracun itu tidak terbawa ke areal permukiman warga.

Amonia itu memang sengaja dilepas, apabila tidak dilepas maka akan terjadi kendala di pabrik.

Meskipun demikian hal tersebut merupakan cukup fatal dan sangat berbahaya, maka perusahaan PT Pupuk Iskandar Muda harus merubah pola, sehingga tidak terjadi pencemaran lingkungan.

“Saya juga menyarankan kepada pihak manajemen perusahaan pupuk itu, agar bisa mengupdate teknologi tanpa harus membuang amonia secara bebas, karena sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan,” tutur Dahlan.

Hingga berita ini diturunkan pihak perusahaan PT Pupuk Iskandar Muda belum bisa dikonfirmasi. Tagar telah menghubungi Manajer Humas Nasrun melalui telepon seluler namun tidak di jawab dan juga telah mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp, namun belum dibaca.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, akibat sering terjadinya kebocoran amonia, menyebabkan masyarakat yang tinggal di areal perusahaan PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM) Lhokseumawe, Aceh menjadi resah dan takut.

Pengamat Lingkungan Hidup Aceh Dahlan M Isa, mengatakan hal tersebut diketahui berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh pihaknya, maka dengan kehadiran perusahaan pupuk itu telah berdampak pada persoalan sosial yang baru.

“Saya pernah melakukan penelitian terhadap perusahaan yang tinggal di sekitar pabrik, mereka memang sangat resah. Coba bayangkan saja disamping tempat tidurnya selalu disiapkan kain basah, untuk mengantisipasi terjadinya kebocoran amoniak,” ujar Dahlan, di Aceh, Minggu, 2 Februari 2020.

|TG

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Status Dosen PPPK: Momentum Kebijakan Presiden Prabowo untuk Menutup Celah Ketidakadilan Struktural

Oleh: Dr. BukhariPraktisi Hukum di Lhokseumawe, Aceh Keputusan Komisi X DPR RI yang menyatakan persetujuan…

7 hours ago

Abu Doto Telah Pergi: Menyusuri Jejak Pengabdian dr Zaini Abdullah untuk Aceh

Langit Aceh seperti menyimpan kesedihan yang sulit diucapkan dengan kata-kata pada Sabtu siang, 13 Juni…

7 hours ago

Pria Asal Sultra Ditemukan Selamat di Aceh Utara, Polisi Dalami Dugaan Penyekapan

LHOKSUKON – Seorang pria asal Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, bernama Fadli Faresi (22), ditemukan…

7 hours ago

Nikmati Tari dan Kulineran di Festival Lhok Buloh Aceh Utara

LHOKSUKON- Sebanyak 31 kelompok tari jenjang sekolah dasar dari Kecamatan Kuta Makmur dan Kecamatan Simpang…

23 hours ago

Rembuk Tani Pupuk Indonesia, Menko Zulhas: Petani Senang karena Pupuk Lancar

Aceh Besar – Penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Aceh berjalan lancar dan memberikan dampak positif…

23 hours ago

Pengamat Unimal Minta Presiden Perkuat Kontrol Digital Program MBG

LHOKSEUMAWE -Pengamat Komunikasi Politik Universitas Malikussaleh, Masriadi Sambo, menilai persoalan terhambatnya operasional Program Makan Bergizi…

1 day ago

This website uses cookies.