ACEH UTARA – Seorang warna negara Inggris, Christopher mengaku sebagai pemilik Yacht yang ditemukan nelayan Muara Batu terdampar di Perairan Aceh Utara beberapa waktu lalu.
Koordinator Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas IV Lhokseumawe, Yusriadi, Kamis (16/1/2020), mengaku sudah dihubungi oleh pemilik kapal asing tersebut. Kapal itu ditambat di salah satu pelabuhan di Thailand, lalu hilang dan sempat dilaporkan ke polisi di Thailand.
“Dia (Christhoper) sudah komunikasi dengan kita. Untuk memastikan kebenaran kapal itu miliknya, maka kita selidiki lebih dalam, kita cocokan dokumen yang dia punya dengan kapal itu,” kata Yusriadi.
Dia menyebutkan di kapal itu, timnya menemukan dokumen berupa passport atasnama Christopher, kartu mastercard dan sejumlah dokumen lain.
Christopher sebut Yusriadi akan datang ke Aceh, 17 Januari 2020 lewat Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh.
Kapal berbendera Thailand itu ditemukan oleh nelayan Muara Batu, Aceh Utara terombang-ambing. Saat ini, kapal itu ditambat ke Pelabuhan Krueng Geukuh, Aceh Utara.
Menurut Yusriadi, Christopher sempat membuat laporan kapal itu hilang di satuan polisi Thailand. Dia berjanji membawa dokumen lengkap dan surat laporan ke polisi Thailand.
“Nanti kita periksa semua dokumennya. Jika benar milik dia, maka akan kita serahkan,” pungkasnya.
|KC
LHOKSUKON- Sebanyak 31 kelompok tari jenjang sekolah dasar dari Kecamatan Kuta Makmur dan Kecamatan Simpang…
Aceh Besar – Penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Aceh berjalan lancar dan memberikan dampak positif…
LHOKSEUMAWE -Pengamat Komunikasi Politik Universitas Malikussaleh, Masriadi Sambo, menilai persoalan terhambatnya operasional Program Makan Bergizi…
Setiap kali Aceh Utara memasuki babak baru kepemimpinan, harapan masyarakat selalu sama: ekonomi daerah tumbuh,…
LHOKSEUMAWE — Dukungan Komisi X DPR RI terhadap pengalihan status dosen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian…
LHOKSUKON - Sebanyak 30 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Aceh Utara dipastikan kembali…
This website uses cookies.