Categories: News

Cerita Budi Pebisnis Mobil Kopi Aceh Tenggara

Siapa sih yang tidak suka kopi? Seperti yang kita tahu ngopi sudah menjadi budaya kaum milenial hingga dewasa di era sekarang ini.

Para pencinta kopi biasanya selalu mengisi asupan keingintahuan mereka dengan menjelajah gerai-gerai kedai kopi yang saat ini menjamur, mencari tempat nyaman sembari menyeruput kopinya.

Hal itulah yang dimanfaatkan Budi(30) seorang pemuda yang memilih berkecimpung bisnis kopi. Dia pun membuka kedai kopinya yang diberi nama Rassa Coffee. Menggunakan mobil Grand Max yang sudah dimodifikasi layaknya coffee bar di kafe.

“Cita cita buka usaha sebenarnya sudah lama sejak masa kuliah ingin sekali membuka usaha warung kopi, ya Alhamdulillah setelah sepuluh tahun berlalu baru kesampaian” kata Budi, Senin (4/11/2019) malam.

Sebelum membuka kedai kopinya, Budi sebelumnya bekerja sebagai kosultan di beberapa lembaga dan perusahaan swasta, yang bergerak dibidang lingkungan dengan gaji belasan juta per bulannya.

Selepas bosan jadi karyawan Budipun melanjutkan keinginannya untuk mejadiseorang pengusaha kopi.

“memang enak jadi karyawan dengan ngaji yang cukup besar tapi lebih enak lagi menjadi seorang pengusaha walau tidak berpendapatan seperti biasanya namun posisi kita  bos di dalamnya” terang Budi

Kini bisnisnya sudah berjalan sekitar empat tahun. Kedainyapun sudah banyak diminati pengunjung.

“Biasanya saya mangkal di depan Pos 1 BPBD Aceh Tenggara. Kadang berpindah lokasi kalau ada acara-acara keramain” papar dia

Budi menjelaskan, untuk memikat para pengunjung ia memilih mempromosikan kedainya melalui media sosial, dengan menawarkan kopi-kopi yang berkualitas dengan harga yang terkangkau.

Sementara itu, Reza, salah seorang pengunjung yang juga aktif mencoba berbagai jenis kopi, mengatakan kopi yang disajikan oleh Rassa coffee patut dicoba oleh para pecinta kopi karena ciri khas rasanya unik, dan tempatnya juga nyaman.

“saya merekomendasikan tempat ini dikarenkan memang rasa kopinya punya ciri khas tersendiri,salah satunya ialah kopi dengan  gula aren” kata Reza

Kedai kopi mobil yang dirintis oleh pria yang biasa disapa Lobar ini,bisanya buka pada malam hari pada pukul 19-00 wib bertempat di depan Pos 1 BPBD Aceh Tenggara dan kini sudah menghasilkan omset sekitar 10 juta perbulannya.masih bingung mau usaha apa?

|EDO

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

30 SPPG di Aceh Utara Tutup Sementara, 60 Ribu Murid Tidak Terlayani

LHOKSUKON - Sebanyak 30 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh,…

1 hour ago

Presiden Prabowo Harus Bertindak: Saatnya Dosen PPPK Diangkat Menjadi PNS

LHOKSEUMAWE – Dukungan Komisi X DPR RI terhadap pengalihan status dosen PPPK menjadi Pegawai Negeri…

1 hour ago

7 Bulan Pascabanjir, Sekolah Aceh Utara Belajar di Lantai, Usulan Telah Dikirim ke Pusat

LHOKSUKON - Proses belajar mengajar di SDN 2 Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh masih…

1 hour ago

SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

Medan– Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS I) memandang kenaikan harga Pertamax yang…

8 hours ago

Bupati Al-Farlaky Buka Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Aceh Timur

Aceh Timur– Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si  secara resmi membuka Pelatihan Petugas…

18 hours ago

9 SPPG Lhokseumawe Tutup Sementara, Sekda ; Kami Surati BGN

LHOKSEUMAWE- Pemerintah Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, menyesalkan penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota…

18 hours ago

This website uses cookies.