BANDA ACEH – Pengadaan mobil dinas Ketua dan Wakil Ketua DPRA plus mobil untuk Sekretariat DPRA dialokasikan dalam anggaran pembelian tahun ini. Dengan rincian untuk mobil Ketua DPRA satu unit, sebesar Rp. 1.942.080.000, Wakil Ketua DPRA tiga unit, sebesar Rp. 4.616.640.000 ( per unit sebesar Rp. 1 53 Milyar) dan Sekwan satu unit sebesar Rp. 750.000.000. jadi Total anggarannya 7.3 milyar.
Koordinator Masyarakat Transfaransi Aceh (MaTA) Alfian, dalam keterangannya, Jumat (1/1/2019) menyebutkan pengadaan tersebut tidak mencerminkan rasa keadilan masyarakat Aceh dan mempertontonkan kemewahan dalam menggunakan fasilitas negara. Sebaliknya, bukan menjaga marwah dewan, namun memperlihatkan kewenang-wenangan penggunaan anggaran daerah.
“Seharusnya pemerintah tidak perlu mempertontonkan “fasilitas mewah” tapi bagaimana kerja yang menjadi tututan publik hari ini menjadi utama. walaupun di benarkan secara aturan tapi di tengah kondisi sosial rakyat aceh dengan masalah kemiskinan dan pengangguran yang belum ada peluang terselesaikan jelas tidak patut,” kata Alfian.
Dia menyebutkan anggaran mewah untuk mobil itu seharusnya digunakan untuk pengentasan kemiskinan dan masalah lainnya di Aceh. “Pengangguran masih banyak, harusnya itu yang dipikirkan dewan kita. Bukan alokasi anggaran untuk mobil mewah. Kita desak ini dihentikan segera,” pungkasnya.|RIL
ACEH TIMUR - Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Aceh Timur, Rizalihadi mengatakan dalam…
LHOKSUKON- Ratusan warga Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, merubah status pekerjaan untuk merubah data dsil…
Lhokseumawe — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Integrated Terminal (IT) Lhokseumawe…
ACEH TIMUR | Pemulihan bencana di Aceh dibayangi manuver politik. Di tengah logistik pengungsi yang…
LHOKSUKON- Sekitar 90 hektare area sawah di Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh…
LHOKSEUMAWE - Puluhan calon jemaah haji (CJH) di Lhokseumawe, Provinsi Aceh, mendatangi Kantor Kementerian Haji…
This website uses cookies.