WisataMelihat Kooda, Tansportasi Wisata di Lhokseumawe

Melihat Kooda, Tansportasi Wisata di Lhokseumawe

SEJUMLAH  generasi milineal menggagas ojek untuk layanan wisatawan di Kota Lhokseumawe. Mereka tergabung dalam komunitas Kooda.

Pendiri Kooda, Lhokseumawe, Irvan Framulia, Selasa (1/10/2019) menyebutkan komunitas itu didirikan 29 Juli 2019 lalu dengan 12 armada sepeda motor yang tersedia.

“Untuk menggunakan jasa Kooda, bisa langsung hubungi via whatsapp di nomor 08116899908. Kami belum membuat aplikasi khusus, masih melihat pasar yang ada untuk wisatawan atau penumpang lain di Lhokseumawe,” kata Irvan.

Sedangkan untuk pesanan paket makanan, sambung Ivan, saat ini per hari mencapai 50 paket. Umumnya, wisatawan yang menginap di Lhokseumawe menggunakan jasa Kooda memesan makanan dan mengantar wisatawan ke obyek wisata dan wisata kuliner.

Dia menyebutkan, komunitas itu didirikan untuk memudahkan masyarakat mengakses lokasi wisata. Nama Kooda pun diambil dari kata-Kuda-yang dijadikan alat transportasi masa lampau. Kuda, kata Irvan patuh pada penunggangnya. Begitu pun ojek Kooda, patuh pada permintaan hantaran barang atau penumpang ke lokasi tujuan.

Untuk jasa, Kooda menerapkan 2 kilometer pertama seharga Rp 7.000, satu kilometer berikutnya ditambah 1.000 per kilometer. “Jika memasan makanan lewat jasa Kooda dikenakan tarif Rp 3.000 per otlet tempat pesanan makanan,” katanya.

Dia menyebutkan, untuk perizinan sedang diurus ke Pemerintah Kota Lhokseumawe. “Kami berharap, hadirnya Kooda memudahkan wisatawan berjalan-jalan di kota ini. Memudahkan masyarakat memesan makanan dan memudahkan masyarakat jalan ke mana saja dengan sepeda motor,” katanya.

Nah, bagi anda yang sedang berlibur di Lhokseumawe, Kooda siap menemani perjalanan wisata Anda untuk wilayah Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Silakan mencoba.|KCM

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

DLH dan Dinkes Temukan Pengelolaan Limbah SPPG Puenteut Belum Sesuai Regulasi

LHOKSEUMAWE – Pengelolaan limbah di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi...

Jaringan Irigasi Rusak Akibat Banjir, Pemkab Aceh Timur Usulkan Normalisasi DI Jambo Aye di Pante Bidari

IDI – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Dinas Tanaman...

Bupati Al-Farlaky Sambut Tim BPK Pada Entry Meeting Pemeriksaan Terperinci TA 2025

Aceh Timur – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky,...

Mantap, Rekind Bukukan 380 Juta Lebih Jam Kerja Tanpa Kecelakaan

PT Rekayasa Industri (Rekind) menorehkan catatan penting dalam komitmennya...

Status Dosen PPPK: Momentum Kebijakan Presiden Prabowo untuk Menutup Celah Ketidakadilan Struktural

Oleh: Dr. BukhariPraktisi Hukum di Lhokseumawe, Aceh Keputusan Komisi X...