Categories: News

Pungli, Pedagang Demo Pemko Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE | Puluhan pedagang dan mahasiswa berdemonstrasi di depan kantor Wali Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Senin (16/9/2019). Pasalnya, mereka mengaku kena pungutan liar yang dilakukan oleh oknum pengutip retribusi di Pasar Inpres Kota Lhokseumawe.

Penanggung jawab aksi, Riski Rahmatullah, menyebutkan praktik premanisme seakan dibiarkan oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Lhokseumawe. Pasalnya, dua minggu lalu keluhan tersebut telah disampaikan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lhokseumawe. Namun tidak ada yang berubah di pasar tersebut.

“Kami minta wali kota itu mencopot kepala dinas perdagangan, karena gagal menertibkan aksi premanisme di pasar,” sebut Riski dalam orasinya.

Pedagang lainnya yang beroasi, Juli, menyebutkan kutipan liar itu bervariasi mulai Rp 5.000 per kios. Sedangkan retribusi tetap dibayar sesuai kartu yang dikeluarkan pengutip retribusi.

“Jika tidak diberikan, ancamannya akan merubuhkan kios kami secara paksa,” kata Juli. Dia meminta agar Pemerintah Kota Lhokseumawe menertibkan aksi premanisme tersebut. “Jika tuntutan kami tidak dipenuhi maka kami akan mogok jualan, tidak mau membayar retribusi lagi. Kami mohon ini menjadi perhatian wali kota,” terang Juli.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad didampingi Sekretaris Daerah, Miswar Ibrahim menyambut para pendemo. Dirinya mengaku tidak mengetahui aksi pungutan liar itu.

“Kemarin pun saya duduk di pasar, tapi tidak mendengar ada pungutan liar itu. Maka, keluhan ini saya tampung. Kita periksa, jika terbukti maka akan kita beri sanksi tegas, petugas retribusi yang baru segera kita tentukan,” pungkasnya.

Usai mendengarkan penjelasan wakil wali kota, pendemo membubarkan diri dengan tertib. Aksi itu dikawal satuan polisi pamong praja dan polisi dari Polres Lhokseumawe.|RI

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

3 Pemain Bola Disambar Petir, 1 Tewas, 2 Kritis di Aceh Timur

IDI – Sebanyak tiga pemain bola di Desa Pante Panah, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh…

7 hours ago

Dosen PPPK Jadi PNS Langsung Tanpa Tes, Prabowo Perlu Tiru Kebijakan Era SBY

Wacana alih status dosen berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi Pegawai Negeri Sipil…

7 hours ago

Bupati Al-Farlaky Pimpin Rapat Percepatan Huntap, Tekankan Data Akurat dan Kualitas Pembangunan

Aceh Timur– Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I,M.Si memimpin rapat percepatan pembangunan hunian tetap…

1 day ago

Pupuk Indonesia Tingkatkan Produktivitas Padi Dairi Menjadi 12,3 Ton Per Hektar

Sumatera Utara – PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil meningkatkan produktivitas padi di Desa Lumban Toruan,…

1 day ago

Bappenas Berharap Rekind Jadi Motor Penggerak Industrialisasi

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S., berharap…

2 days ago

Nah Lo, 10 Kepala Dinas Berstatus Penjabat di Aceh Utara

ACEH UTARA- Sebanyak 10 kepala dinas, badan, dan kantor bersatus penjabat di Kabupaten Aceh Utara,…

2 days ago

This website uses cookies.