ACEH UTARA | Hasil kinerja panitia khusus tentang minyak bumi dan gas (Pansus Migas) DPRK Aceh Utara sungguh memperihatinkan. Pasalnya, Pansus yang bekerja sejak Februari itu bahkan tidak mampu menyentuh persoalan mendasar dari tata kelola migas dan pendanaan yang bersumber dari Corporate Social Responsibility (CSR).
“Laporan itu seperti dibuat yang sumbernya dari google. Tebalnya 32 halaman, isinya banyak sejarah saja. Bahkan laporan itu tak bisa menunjukan sebenarnya berapa besar dana CSR dari perusahaan migas di Aceh Utara dan disalurkan ke sektor apa saja,” kata Direktur Lembaga Integrity, M Agam Khailullah, Kamis (22/8/2019).
Setelah membaca laporan dan kerja Pansus itu, sambung Masriadi, publik patut menertawakan sekaligus mengucapkan kata perihatin atas kinerja wakil rakyat Aceh Utara.
Baca juga : Isi Lengkap Kinerja Pansus Migas Aceh Utara
“Jika segitu laporan, tak butuh waktu enam bulan bekerja. Cukup sejam dua jam di depan computer terhubung ke internet, selesai laporan dengan kualitas jenis itu. Dan memperihantikan sekali Pansus itu butuh dana 250 juta,” katanya.
Dia menilai aneh, mengapa hanya menyebut PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dalam laporan tersebut dan tidak menyingung perusahaan migas lainnya yang beroperasi di Aceh Utara seperti Zaratex NV dan ENI.
“Pansus kan menyeluruh, kalau sekedar untuk meminta keterbukaan PHE, itu kelasnya cukup dapat dengar pendapat. Ini pansus benar-benar gagal fokus,” pungkas Agam. |DI

Subscribe to my channel

