Categories: News

Sisa 135 Santri di Pesantren yang Pimpinannya Ditahan Kasus Pencabulan

ACEH UTARA | Pesantren AN, menempati gedung baru di kawasan Desa Buket Rata, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Pemindahan pesantren yang sebelumnya di Kompleks Panggoi Indah, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe itu menyusul ditangkapnya pimpinan pesantren dan seorang guru berinsial AI dan MY dalam kasus pelecehan seksual terhadap santri.

Pimpinan pesantren yang baru, Tengku Sulaiman Lhok Weng, dihubungi per telepon, Rabu (24/7/2019) menyebutkan saat ini hanya 135 santri yang masih melanjutkan pendidikan di lembaga tersebut. Sebelum kasus itu mencuat tercatat 250 santri dari berbagai kelas di madrasah tsnawiyah dan aliyah.

“Sekarang ini proses belajar di gedung baru mulai berjalan. Sisanya 150 santri ini menyatakan ingin menamatkan pendidikan di pesantren,” katanya.

Suasana di lokasi baru Pesantren AN, Buket Rata, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. BAKATA.id | Dok Yayasan

Saat ditanya apakah sudah dirubah struktur pengurus yayasan dan pesantren, Sulaiman memastikan struktur sudah berubah dan tidak ada lagi kedua nama AI dan MY dalam pengurus baru.

“Betul sudah berubah,” katanya. Terkait dewan guru, sambung Sulaiman, dirinya masih mengevaluasi apakah jumlahnya tetap atau tidak. Mengingat terjadi pengurangan jumlah santri, sehingga diperlukan penyesuaian jumlah guru.

“Nanti kita liat apakah jumlah gurunya tetap atau tidak. Karena ini kan santrinya sudah berkurang,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan AI dan MY ditangkap polisi atas dugaan pelecehan seksual terhadap santri di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Keduanya ditahan di Mapolres Lhokseumawe. Sejauh ini polisi sudah mendeteksi 15 santri yang diduga menjadi korban, lima diantaranya telah dimintai keterangan. |KCM

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

24.500 UMKM Rusak Karena Banjir Aceh Timur, Berharap Stimulus dari Pemerintah

IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh…

1 day ago

Derita Anak Penyintas Banjir Tamiang, Ribuan Belum Miliki Seragam dan Alat sekolah

KUALA SIMPANG - Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, belum memiliki seragam sekolah dan…

2 days ago

Bupati Al-Farlaky Minta Camat dan Geuchik Uji Publik Ulang Data Penerima Bantuan Rumah BNPB

Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, meminta seluruh camat agar memerintahkan para…

3 days ago

Kebangkitan Wisata Aceh Tengah Masih Terkendala, Ini Harapan Pelaku Bisnis

Takengon — Kebangkitan sektor pariwisata di Aceh Tengah pasca bencana longsor dan banjir bandang hingga…

4 days ago

2 Jembatan Amblas Penghubung Antar Kecamatan Aceh Utara Belum Diperbaiki

LHOKSUKON - Sebanyak dua jembatan yang amblas karena banjir November 2025 lalu hingga hari ini,…

4 days ago

Begini Pengaturan WFH di Aceh Timur…

IDI RAYEUK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, resmi memberlakukan Work From Home (WFH)…

5 days ago

This website uses cookies.