ACEH UTARA | Pesantren AN, menempati gedung baru di kawasan Desa Buket Rata, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Pemindahan pesantren yang sebelumnya di Kompleks Panggoi Indah, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe itu menyusul ditangkapnya pimpinan pesantren dan seorang guru berinsial AI dan MY dalam kasus pelecehan seksual terhadap santri.
Pimpinan pesantren yang baru, Tengku Sulaiman Lhok Weng, dihubungi per telepon, Rabu (24/7/2019) menyebutkan saat ini hanya 135 santri yang masih melanjutkan pendidikan di lembaga tersebut. Sebelum kasus itu mencuat tercatat 250 santri dari berbagai kelas di madrasah tsnawiyah dan aliyah.
“Sekarang ini proses belajar di gedung baru mulai berjalan. Sisanya 150 santri ini menyatakan ingin menamatkan pendidikan di pesantren,” katanya.
Saat ditanya apakah sudah dirubah struktur pengurus yayasan dan pesantren, Sulaiman memastikan struktur sudah berubah dan tidak ada lagi kedua nama AI dan MY dalam pengurus baru.
“Betul sudah berubah,” katanya. Terkait dewan guru, sambung Sulaiman, dirinya masih mengevaluasi apakah jumlahnya tetap atau tidak. Mengingat terjadi pengurangan jumlah santri, sehingga diperlukan penyesuaian jumlah guru.
“Nanti kita liat apakah jumlah gurunya tetap atau tidak. Karena ini kan santrinya sudah berkurang,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan AI dan MY ditangkap polisi atas dugaan pelecehan seksual terhadap santri di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Keduanya ditahan di Mapolres Lhokseumawe. Sejauh ini polisi sudah mendeteksi 15 santri yang diduga menjadi korban, lima diantaranya telah dimintai keterangan. |KCM
IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh…
KUALA SIMPANG - Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, belum memiliki seragam sekolah dan…
Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, meminta seluruh camat agar memerintahkan para…
Takengon — Kebangkitan sektor pariwisata di Aceh Tengah pasca bencana longsor dan banjir bandang hingga…
LHOKSUKON - Sebanyak dua jembatan yang amblas karena banjir November 2025 lalu hingga hari ini,…
IDI RAYEUK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, resmi memberlakukan Work From Home (WFH)…
This website uses cookies.