Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia membawa Anisa (25) tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Alue Dua, Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit negeri jiran itu, Selasa (23/7/2019).
Pada waktu yang sama, Anisa menjalani pengambilan visum et repertum bekas luka akibat siksaan yang diduga dilakukan majikannya selama bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia.
Bukhari, salah seorang pengurus komunitas masyarakat Aceh di Malaysia, dihubungi per telepon, menyebutkan Anisa hari ini sedang berada di rumah sakit untuk pengambilan visum.
“Setelah visum Anisa akan ke kantor polisi lagi untuk memberi keterangan lanjutan,” terang Bukhari.
Dia menyebutkan, proses hukum juga dilakukan oleh KBRI terhadap majikan yang menyiksa Anisa selama bekerja di Malaysia. “Proses undang-undang (hukum) sedang berjalan juga. Saya akan update informasi terbaru untuk kawan-kawan di tanah air. Kami juga sudah mengabari informasi terbaru ke keluarga Anisa di Nisam Antara,” terangnya.
Kemarin, sambung Bukhari, Anisa, didampingi dua petugas KBRI dan dirinya mencari alamat majikannya di Malaysia. Alamat dan identitas majikan itu kini sudah ditangan KBRI Malaysia.
“Alhamdulillah, Anisa masih ingat alamat majikannya.Saya ikut mendampingi kemarin dan alamat serta identitas majikan sudah ditangan KBRI. Pemeriksaan Anisa sampai malam di kantor polisi diraja Malaysia. Sehingga tidak bisa dilanjutkan visum kemarin,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Anisa, berhasil lolos dari rumah majikannya setelah lari dengan cara menaiki pohon. Bahkan, Anisa sempat dibuang oleh orang yang menemukannya. Beruntung komunitas masyarakat Aceh menemukan Anisa dan menjaganya. Kondisi Anisa dengan luka bakar sekujur tubuh, tangan dan kaki. Bahkan gigi gadis itu rontok karena disiksa majikannya. |RI |DI
IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh…
KUALA SIMPANG - Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, belum memiliki seragam sekolah dan…
Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, meminta seluruh camat agar memerintahkan para…
Takengon — Kebangkitan sektor pariwisata di Aceh Tengah pasca bencana longsor dan banjir bandang hingga…
LHOKSUKON - Sebanyak dua jembatan yang amblas karena banjir November 2025 lalu hingga hari ini,…
IDI RAYEUK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, resmi memberlakukan Work From Home (WFH)…
This website uses cookies.