Categories: Uncategorized

Ditolak Forum Ulama, Ini Komentar Penyelenggara Sepakbola Putri

BANDA ACEH | Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI) Aceh meminta maaf kepada masyarakat Aceh yang jika penyelenggaraan kegiatan seleksi pemain sepakbola putri U 17 tingkat Provinsi Aceh dinilai bertentangan dengan nilai-nilai syariat Islam.

“Kami atas nama Panitia Penyelenggara Seleksi Pemain Sepakbola Putri U-17 tingkat Provinsi Aceh, memohon maaf yang sebesar, besarnya kepada seluruh masyarakat Aceh jika penyelenggaraan kegiatan seleksi pemain tersebut ada bertentangan dengan nilai-nilai Syariat Islam,” sebut Ketua BLiSPI Aceh, Ishaq Rizal lewat pernyataan tertulis, Kamis (4/7/2019).

Dia menyebutkan even itu bertujuan untuk menjadi wadah penyaluran bakat dan kemapuan para generasi muda khususnya dalam cabang sepak bola sehingga kegiatan mereka menjadi terarah, dapat menjaga nilai syariat Islam dan kekhasan budaya Aceh.

“Daripada mereka menyalurkan bakatnya secara tidak terkendali dan yang lebih penting adalah untuk membina generasi muda agar tidak terjurumus kepada hal hal yang dilarang oleh Agama seperti untuk menghindari pengaruh narkoba dan kenakalan remaja lainnya,” terang Ishaq.

Disamping itu, sambungnya, penyelenggara beranggapan cabang olahraga sepakbola serumpun dengan cabang olahraga Bola Volly, Basket dan Tenis serta cabang olahraga lainnya yang diikuti oleh para wanita.

Selain itu, para pemain juga menggunakan pakaian muslimah, dan kalaupun ada salah satu pemain yang berpakaian kurang muslimah dikarenakan yang bersangkutan bukan muslim dan telah meminta pemain itu menyesuaikan dengan kondisi muslimah dan tidak mungkin dipaksakan bagi pemain yang bersangkutan.
“Kami tidak ada niat sedikitpun untuk mencederai penerapan Syariat Islam di Provinsi Aceh. Untuk itu sekali lagi jika kegiatan ini kurang cocok dilaksanakan di Aceh, kami juga berharap kepada kita semua untuk bersikap yang adil terhadap cabang olahraga yang lain seperti Bola Volly, Basket dan lainnya yang digeluti oleh wanita di Aceh,” terangnya.

Ishaq juga meluruskan, pelaksanaan seleksi pemain khusus U-17 putri hanya dilaksanakan tanggal 30 Juni 2019 dan berlangsung hanya sekitar 3 jam saja.

“Dan untuk putri yang diselenggarakan hanya kelompok usia 17 tahun saja, sedangkan yang kelompok usia lainnya tidak ada untuk putri dan hanya diselenggarakan untuk pria (laki-laki) dan masih usia pelajar yaitu U-12, U-14, U. 16 dan U-21. Jika hasil penelaahan kita bersama terhadap kegiatan U-17 putri ini bertentangan dengan norma, adat istiadat dan syariat Islam maka untuk pelaksanaan berikutnya akan kami tinjau kembali,” pungkasnya,

Sebelumnya diberitakan Forum Komunikasi Ulama, organisasi masyarakat dan organisasi kepemudaan di Lhokseumawe menolak digelarnya Piala Menpora Sepakbola U 17 Putri tingkat nasional di Stadion Perta Arun Gas, Lhokseumawe, Aceh, pada Juli hingga September 2019. |KCM

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

BMKG Ingatkan Warga Aceh Utara Waspada Angin Kencang

LHOKSUKON Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh melansir sejumlah bangunan rusak…

10 hours ago

Dosen Unimal Gelar Green Disaster Literacy untuk Perkuat Kepedulian Lingkungan Siswa SMPN 8 Lhokseumawe

Lhokseumawe — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar kegiatan bertema “Green Disaster…

10 hours ago

Dana IndonesiaRaya Dorong Ekonomi Daerah Lewat Budaya

BANDA ACEH - Minat pelaku budaya untuk mengakses Dana IndonesiaRaya terus membeludak. Pendanaan ini tak…

12 hours ago

Bupati Al-Farlaky Sambut 13 Nelayan Aceh di Pendopo

Minta Perkuat Edukasi Teritorial ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si.,…

2 days ago

Jelang Musim Tanam, Pupuk Indonesia Dorong Optimalisasi Penebusan Pupuk Bersubsidi di Takalar

Takalar – Menjelang Musim Tanam periode Oktober 2026 – Maret 2027, PT Pupuk Indonesia (Persero)…

2 days ago

Cerita Petani Aceh Pascabanjir, Berjuang Pulihkan Sawah Sendiri, Hingga Ganti Padi jadi Sawit

Anzikri (28) warga Desa Blang Reuling Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Kamis (17/9/2026)…

3 days ago

This website uses cookies.