UncategorizedBerburu Rezeki Jelang Hari Nan Fitri...

Berburu Rezeki Jelang Hari Nan Fitri…

PULUHAN masyarakat menyemut di Pasar Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Senin  (3/6/2019). Hari-hari warga memenuhi pasar terbesar di kota untuk berbelanja keperluan hari raya. Jalanan macet dan penuh dengan pedagang dadakan pada bahu jalan.

Bagi masyarakat Aceh, hari itu menjadi istimewa. Masyarakat menyebutnya meugang  ubit- tradisi menyantap daging bersama keluarga. Dua hari sebelum Idul Fitri disebut meugang ubit, besok, Selasa (4/6/2019) disebut meugang  rayeuk.

 

Itu pula yang dirasakan, Nurhayati, salah seorang pedagang bumbu dapur.  Sejak pagi tadi tak berhenti tangannya menyiapkan aneka bumbu, mulai bumbu rendang Padang, rendang Aceh, kari dan lain sebagainya.

“Lumayan hari ini, sejak pagi sudah ramai pembeli. Kalau hari-hari biasa, saya paling laku Rp 1,5 juta. Kalau hari ini, Alhamdulillah sudah lebih dari itu, ramai,” sebut Nur Hayati tanpa mau menyebut angka pendapatnya pagi hingga siang itu.

Senyumnya melebar. Hari terakhir bulan penuh berkah ini memang menjadi hari persiapan menyambut Idul Fitri.  Sehingga, menjadi lokasi berburu rupiah bagi para pedagang di kota itu.

Selain bumbu yang paling dicari masyarakat jelang lebaran keperluan untuk shalat ied. Misalnya, di salah satu toko keperluan kaum hawa di Lhokseumawe terlihat aneka mukena diburu kaum ibu.

“Sekarang tuh lagi trend pastelena Siti Khadijah dan Madina, kalau tahun ini trendnya motif polos. Banyak dipesan untuk shalat ied,” kata seorang pemilik toko, Nur Aina.

Dia mengaku, dua model mukena itu saha sudah dipesan puluhan potong sepanjang pekan ini. “Kalau baju,gamis masih mayoritas pesanan kaum ibu,” terangnya. Buka sejak pukul 09.00 WIB hingga 24.00 WIB membuat pendapatan Aina melambung.

“Labanya lumayan. Kan saya juga jual harga terjangkau mulai Rp 100.000-Rp 200.000 untuk mukena, kalau gamis Rp 300.000 an. Mungkin karena itu lebih terjangkau dan ramai dibeli,” katanya.

Selama hari terakhir ramadhan ini penjualannya meningkat drastis. Sehingga opsi membuka toko malam dilakukan. “Untungnya lumayan, pembelinya sedang ramai,” katanya.

Lalu, bagaimana soal harga? Adakah kenaikan menjelang hari raya? Aina tersenyum. Dia menerapkan konsep bisnis ambil laba sewajarnya. “Bukan karena mentang-mentang besok hari raya, hari ini ada masyarakat beli lalu harganya sesuka saya. Itu tak baik. Saya ambil untuk sedikit saja, agar barang cepat habis dan modelnya segera kita tukar dengan yang baru,” katanya.

Di Kota Lhokseumawe, sepanjang pekan ini, usai shalat tarawih pukul 22.00 WIB,  seluruh toko telah dibuka. Mereka berjualan hingga dinihari. Berburu rupiah di akhir bulan penuh berkah. |KCM

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

24.500 UMKM Rusak Karena Banjir Aceh Timur, Berharap Stimulus dari Pemerintah

IDI RAYEUK- Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)...

Derita Anak Penyintas Banjir Tamiang, Ribuan Belum Miliki Seragam dan Alat sekolah

KUALA SIMPANG - Ribuan pelajar Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi...

Bupati Al-Farlaky Minta Camat dan Geuchik Uji Publik Ulang Data Penerima Bantuan Rumah BNPB

Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky,...

Kebangkitan Wisata Aceh Tengah Masih Terkendala, Ini Harapan Pelaku Bisnis

Takengon — Kebangkitan sektor pariwisata di Aceh Tengah pasca...

2 Jembatan Amblas Penghubung Antar Kecamatan Aceh Utara Belum Diperbaiki

LHOKSUKON - Sebanyak dua jembatan yang amblas karena banjir...