LHOKSUKON – Sebanyak 16 pemimpin rapaiyang terdiri syekh dan ketua grup menerima piagam penghargaan atas dedikasi danpengabdian mereka dalam menjaga, merawat, serta mewariskan Rapai Pase kepadagenerasi berikutnya.
Penghargaantersebut diserahkan dalam rangkaian Pertunjukan Budaya dan Deklarasi RumohRapai Pase – Duel Akbar 50 Rapai Pase di Gampong Dayah Meuria, KecamatanSyamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (25/7/2026) malam.
Pertunjukanbudaya bertema “Gemuruh Warisan, Harmoni Peradaban” itu mempertemukan50 Rapai Pase dari dua kawasan, yakni Blah Nou Krueng (Tengah–Barat AcehUtara) dan Blah Deh Krueng (Tengah–Timur Aceh Utara).
Piagampenghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap para pelaku budaya yangselama bertahun-tahun mengabdikan diri dalam menjaga keberlangsungan Rapai Pasedi tengah masyarakat.
Sebagianpenerima merupakan syekh senior yang selama puluhan tahun memainkan dan merawatrapai pusaka peninggalan indatu.
Sedangkanpenerima lainnya merupakan ketua grup yang terus menghidupkan tradisi uroeh,melakukan regenerasi awak rapai, serta menjaga keberadaan grup di gampongmasing-masing.
Penerimapertama adalah Muhammad IB, Syekh Grup Rapai Pase Raja Mulieng. Piagampenghargaan diserahkan Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara Dayan Albarmewakili Bupati Aceh Utara.
Kemudian Tayuddin,Syekh Grup Rapai Pase Raja Buwah, menerima penghargaan yang diserahkan Jafaruddin,Ketua Panitia sekaligus Pendiri Rumoh Rapai Pase.
SyekhRapai Pase Muid Syafii menerima piagam dari Mukim Syamtalira Aron M.Yusuf, sedangkan M. Yacob IB, Syekh Grup Rapai Pase Geulumpang VII,menerima penghargaan yang diserahkan Camat Syamtalira Aron Surya Phachta,S.STP.
Penghargaanberikutnya diberikan kepada M. Taib, Syekh Grup Rapai Pase, yangdiserahkan oleh perwakilan Danramil Syamtalira Aron.
AmatB, Syekh Grup Rapai Cut Meutia, menerima penghargaan dari Dr KamaruddinHasan MSi, Tim Rumoh Rapai Pase.
Sementara M.Hasan, Syekh Grup Rapai Pase Pusaka Indatu, menerima penghargaan yangdiserahkan perwakilan Polsek Syamtalira Aron.
KetuaGrup Rapai Pase Barona Jaya M Yusuf R menerima penghargaan dari WakilRektor III Universitas Malikussaleh Dr Alfian, MA.
Selanjutnya, RusliM. Yacob, Ketua Grup Rapai Raja Meudeuhak, menerima piagam dari Masriadi MKomI, Tim Rumoh Rapai Pase.
M.Nasir, Ketua Grup Rapai Pase Tam-Tum Kram Krum Boh Beureutoh, menerimapenghargaan dari Harinawati MA, Tim Rumoh Rapai Pase.
Penghargaanjuga diberikan kepada Adharyadi, Ketua Grup Rapai Pase Peureupok, yangdiserahkan Mukhtaruddin, M.Sos. dari Tim Rumoh Rapai Pase.
Kemudian Zamanhurialias Moris, Ketua Grup Rapai Pase Sibrok Blang Pha, menerima piagampenghargaan yang diserahkan Keuchik Gampong Dayah Meuria Hizulyadi AB,A.Md.
M.Saleh, Ketua Grup Rapai Pase Putroe Canden, menerima penghargaan diserahkanKepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara Dr. (C)Jamaluddin, M.Pd.
Sementara Abdullah,Ketua Grup Rapai Pase Geulumpang VII, Kecamatan Matangkuli, menerimapenghargaan diserahkan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, danEkonomi Kreatif (Disporaparekraf) Aceh Utara Zulkifli, MPd.
Duapenerima lainnya adalah Karimuddin, Syekh Rapai Pase Raja Meudeuhak, yangmenerima penghargaan dari Dr. Zahari dari Tim Rumoh Rapai Pase, serta FaizanAbdillah, Syekh Grup Rapai Pase Putra Pase, yang menerima penghargaan dariperwakilan Tim Rumoh Rapai Pase.
KetuaPanitia sekaligus pendiri Rumoh Rapai Pase Jafaruddin, mengatakanpemberian penghargaan bukan sekadar bagian dari seremoni kegiatan.
Penghargaantersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para syekh dan ketua grup yangselama ini berada di garis depan dalam menjaga keberlangsungan Rapai Pase.
“Sebagiandari mereka telah mengabdikan puluhan tahun hidupnya untuk Rapai Pase. Merekamerawat rapai pusaka, memainkan rapai dalam berbagai uroeh, melatihawak rapai, dan meneruskan pengetahuan kepada generasi berikutnya,” ujar KetuaPanitia.
Menurutnya,keberadaan Rapai Pase hingga sekarang tidak dapat dipisahkan dari ketekunanpara syekh, ketua grup, perajin, dan awak rapai yang merawat warisan tersebutdi gampong masing-masing.
Bahkanketika tidak ada pertunjukan besar, mereka tetap menjaga rapai pusaka,memperbaiki membran, melatih generasi muda, serta mempertahankan pengetahuanmengenai pola tabuhan dan tradisi uroeh.
Karenaitu, piagam yang diberikan memuat penghargaan “Atas Dedikasi danPengabdian dalam Pelestarian Rapai Pase.”
“Penghargaantersebut diberikan atas dedikasi, pengabdian, dan ketekunan dalam merawat,menjaga, serta mewariskan Rapai Pase secara turun-temurun, sehingga warisanbudaya para indatu tetap hidup dan dapat diteruskan kepada generasi mendatang,”katanya.
Pemberianpenghargaan semakin bermakna karena berlangsung di tengah pertemuan lintasgenerasi dalam Duel Akbar 50 Rapai Pase.
Parasyekh dan ketua grup yang sebagian telah berusia sekitar 60 hingga 70 tahunberada dalam satu arena bersama awak rapai dari generasi muda.
Merekakemudian secara bergantian memainkan puluhan Rapai Pase dalam seung hinggadini hari.
Dari50 rapai yang ditampilkan, sebagian besar merupakan rapai pusaka peninggalanindatu. Namun, tujuh di antaranya merupakan rapai baru karya generasi muda.
Pertemuanantara syekh senior, rapai pusaka, pemain muda, dan rapai karya generasi barutersebut menjadi gambaran proses pewarisan budaya yang masih berlangsung ditengah masyarakat Aceh Utara.
Padamalam yang sama juga dilaksanakan Deklarasi Rumoh Rapai Pase sebagaiwadah bersama untuk memperkuat pelestarian, riset, dokumentasi, regenerasi,edukasi, pertunjukan, dan promosi digital Rapai Pase.
RumohRapai Pase diharapkan dapat menjadi ruang yang mempertemukan para syekh, ketuagrup, awak rapai, perajin, akademisi, generasi muda, pemerintah, dan masyarakatyang memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan warisan budaya tersebut.
Salahsatu perhatian utama adalah mendokumentasikan pengetahuan para syekh senioryang selama ini sebagian besar diwariskan melalui tradisi lisan.Dokumentasiitu mencakup sejarah grup, nama dan silsilah rapai pusaka, teknik pembuatan danperawatan rapai, pola tabuhan, hingga tradisi uroeh RapaiPase.
“DuelAkbar 50 Rapai Pase merupakan bagian dari program Pelestarian WarisanRapai Pase melalui Riset, Pertunjukan Budaya, Dokumentasi Buku, dan PromosiDigital,” ujar Ketua Panitia
TimRumoh Rapai Pase juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut mendukung terlaksananyapertunjukan budaya dan Deklarasi Rumoh Rapai Pase.Apresiasi disampaikan kepada BPMA–MedcoEnergi, BPMA–Pema Global Energi (PGE), BankSyariah Indonesia (BSI), Bank Aceh, dan Perta Arun Gas (PAG) atas dukungan terhadap kegiatanpelestarian Rapai Pase. Programtersebut digagas Tim Rumoh Rapai Pase yang melibatkan dosen Program Studi IlmuKomunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussalehbersama para pelaku dan komunitas pecinta budaya Aceh.
Programpelestarian tersebut mendapat dukungan Dana Indonesiana yang dikelola LPDPbersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, serta berbagai mitra yangikut mendukung pelaksanaan kegiatan di Aceh Utara.(*)

Subscribe to my channel

