Categories: News

Kisah Kek Derih, Puluhan Tahun Berjualan di Trotoar Aceh

KULIT pria itu mengerut, membalut rapat tulang kering di sekujur tubuhnya. Tubuh ringkih itu mulai dimakan usia. Mengenakan pakaian kemeja batik warna coklat muda, dipadu dengan celana kain warna moka, plus peci, pria itu menatap lalu lalang kendaraan di Jalan Merdeka Utama, Kota Lhokseumawe, Sabtu (1/6/2019). Itulah Idris akrab disapa Kek Derih.

Pria asal Desa Paya Bili, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe ini ditemani sepeda ontel tua. Matanya nanar menatap puluhan kendaraan aneka model dan merk melintas. Mengembang tikar lusuh seadanya di atas trotoar depan Taman Riyadah, Kota Lhokseumawe.

Kini, usianya 80 tahun. Menikah pada usia 20 tahun, sejak saat itu pula dia berjualan di pinggir trotoar jalan kota yang dulu dijuluki petro dollar itu. Tubuhnya mulai melemah, nafasnya terlihat tersengal-sengal. Di sepeda itu masih tersisa beberapa sisir pisang barangan.

“Tidak laku semua hari ini,” katanya tersenyum.

Lalu dia pun merapikan sebotol sirup orange ke dalam plastik. Sepulang berjualan, dia membiasakan diri berbelanja. Untuk kebutuhan rumah tangga bersama sang istri tercinta.”Saya punya dua anak, satu cowok kerja di Pekan Baru. Penghasilannya juga pas-pasan, satu lagi anak saya cewek, juga tinggal di luar Aceh. Jadi, saya dan istri harus tetap melanjutkan hidup,” katanya.

Bagi Kek Derih, hidup memang sebuah perjuangan. Sejak remaja hingga kini dia berjuang menjalani hidup lebih baik. Walau dengan pendengar dan penglihatan yang kian menurun.

Meski kondisi tubuh yang lemah dan penglihatannya sangat terbatas, kakek Derih tidak menjadi suatu alasan untuk tidak menafkahi istrinya yang masih tetap setia menemani semasa hidup nya.

Sang istri, Midah, kerap memintanya berhenti jualan. Begitu pun kedua anaknya. Namun, dia merasa sanggup berusaha. Mengumpulkan rupiah demi rupiah yang tidak seberapa.

“Malu saya meminta-minta. Lebih baik saya berjualan seperti ini. Walau saya selalu dilarang oleh anak dan istri,” terangnya.

Barang dagangannya pun diambil dari bercocok tangan bersama sang istri. Menurutnya, untung yang ribuan rupiah itu membawa berkah. Terpenting ikhlas menjalani hidup.”Namanya jualan, kadang belum sampai Lhokseumawe barang dagangan saya sudah laku. Saya langsung pulang. Kadang baru sebentar saya gelar dagangan, sudah laku. Kadang tidak laku juga,” sebutnya tersenyum.

Terkadang dia berjualan mulai dari pisang, sayur ubi, kangkung, daun jeruk purut, ketela, ubi, daun pisang, “Saya hanya jualan setengah hari. Selebihnya di kebun atau di rumah,” pungkasnya.

Senja terus membungkuk. Kek Derih mengayuh sepeda. Melalui jalan aspal membawanya pulang ke rumah. Menatap harapan masa depan, lewat kemandirian, lewat tangan dan usaha. “Satu doa saya, diberi kesehatan oleh Allah agar terus bisa berusaha,” pungkasnya. |KCM

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Komisaris dan Direktur Pertamina Patra Niaga Pastikan Keandalan Layanan SPBU

Medan – Sebagai bentuk komitmen dalam memastikan keandalan layanan energi kepada masyarakat, Pertamina Patra Niaga…

6 hours ago

Kebijakan RSU Cut Meutia Akan Diserahkan ke Pemko Lhokseumawe, Bupati Ayahwa : Belum Diserahkan Sebelum RSU Mukhtar Hasbi Refresentatif

LHOKSUKON – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh merespon pemberitaan tentang rencana penyerahan operasional dan…

7 hours ago

Sidak Pertamina Niaga di Banda Aceh, Pelaku Kabur Lihat Aparat

Banda Aceh – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bersama Pemerintah Provinsi Aceh dan Aparat…

23 hours ago

Lantik 21 Kasek dan 8 Kapus, Bupati Al-Farlaky: Siap Diganti Jika Tak Berkinerja

Aceh Timur – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., kembali melantik dan mengambil…

24 hours ago

Pesona Baru Pantai Bangka Jaya di Sudut Aceh Utara

Matahari tepat berada ditengah kepala, Kamis (30/7/2026). Debur air laut dengan hembusan angin tipis-tipis menimbulkan…

1 day ago

Queen Parrona Hotel by Sativa Tawarkan Pengalaman Menginap Berbeda, Satu-Satunya Hotel di Siborongborong dengan Private Balcon

Kawasan Danau Toba terus berkembang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia. Seiring meningkatnya kunjungan…

1 day ago

This website uses cookies.