Categories: Wisata

Rasakan Sensasi Lemang Wak Leh yang Melegenda…

SATU mobil dinas berplat Kabupaten Aceh Tenggara menepi di Jalan Pelabuhan, Kota Lhokseumawe, Rabu (22/5/2019). Berdiri tepat di depan rak kecil ukuran 1 x 2 meter di depan Kantor Imigrasi, Kota Lhokseumawe. Rak itulah menyediakan lemang. Lengkap dengan label Wak Saleh, Tumpok Tengoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

“Saya pesan dua bungkus,” kata seorang pria, Samudin, asal Aceh Tenggara, yang sedang pulang ke Lhokseumawe dalam rangka mudik lebaran.

Dua pekerja di rak itu pun cekatan. Membungkus lemah yang telah dipotong-potong. Satu porsi berisi lima potong lemang dengan bandrol Rp 1.000 per potong. Ramadhan memang membuka berkah bagi Wak Leh, legenda lemang di Kota Lhokseumawe.

Samudin membawa sepasang buah hatinya. Mereka terlihat antusias menerima bungkusan lemang. “Selainya enak. Ketannya original. Tidak dicampur dengan beras biasa. Lembut dan lemaknya pas,” kata Samudin berpromosi.

Bagi Samudin, pulang ke Lhokseumawe tak akan komplit jika tak merasakan selai dan lemang yang diracik dari tangan terlatih Wak Leh. “Maka saya pasti membelinya, rasakan nikmatnya,” ungkap Samudin.

Dapur memasak lemang Wak Leh persis dibelakang rumah mengepul sejak pagi hingga pukul 14.00 WIB. Baru didistribusi ke sejumlah rak kecil sebelum shalat Ashar.

Di dapur itulah menyiapkan ratusan bambu berisi ketan. Ukurannya sepanjang satu meter. Usaha itu puluhan tahun lalu telah dirintis Wak Leh. Untuk penjualan diserahkan ke anak dan cucunya.

“Rak kecil begini tersebar di sejumlah titik saat puasa begini. Untuk menandainya asli dari Wak Leh, kami pasang spanduk. Kalau sudah pasang spanduk, konsumen tak akan terkecoh,” sebut Muhammad, keturunan Wak Leh.

Dalam sehari, satu rak bisa menjual 40 batang lemang. Mulai berjualan sejak pukul 16.00 WIB hingga waktu berbuka puasa. Praktis hanya butuh waktu 2,5 jam dagangan itu akan habis.

“Untungnya lumayan besar kalau ramadhan begini,” kata Muhammad.

Sore makin membungkuk. Muhammad terus melayani pembeli yang datang silih berganti. Merasakan selai dan lemang nan melegenda itu. Jika ke Lhokseumawe, silakan dicoba lemang Wak Leh yang tersohor itu. |KCM

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Nah Lo, 6 Bulan Sudah Lintas Bener Meriah-Aceh Utara Rusak Parah

BENER MERIAH - Jalan lintas provinsi menghubungkan Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah, Provinsi…

11 hours ago

Ketika Krueng Peuto Meluap Lagi: Kesedihan Warga Tiga Desa Menghadapi Banjir Berkali-kali…

ACEH UTARA — Minggu dini hari, 24 Mei 2026, ketika sebagian besar warga masih terlelap,…

20 hours ago

Simpang Ulim Jadi Pusat Takbir Keliling Idul Adha, Bupati Al- Farlaky Ajak Meriahkan Syiar Islam

Aceh Timur – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si mengajak seluruh masyarakat untuk…

20 hours ago

Pemkab Aceh Timur Serahkan Ribuan Data Korban Bencana Tahap II ke Kemendagri

IDI — Pemerintah Kabupaten Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus mempercepat proses pemulihan pascabencana dengan menyerahkan…

1 day ago

Warga Imbau Tidak Dekati Area Sumur Bor Gas di Blang Rubek

ACEH UTARA – Warga memasang spanduk larangan mendekati area sumur bor gas di kawasan perkebunan…

1 day ago

Saat TA Khalid Video Call Menteri PU, Percepat Pembangunan Jembatan Sawang Aceh Utara

Harapan baru mulai menyelimuti warga Desa Gunci dan Desa Sawang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara,…

1 day ago

This website uses cookies.