Categories: FeaturedNews

Ketika Krueng Peuto Meluap Lagi: Kesedihan Warga Tiga Desa Menghadapi Banjir Berkali-kali…

ACEH UTARA — Minggu dini hari, 24 Mei 2026, ketika sebagian besar warga masih terlelap, suara hujan yang turun tanpa henti berubah menjadi kecemasan lama yang kembali datang. Air dari Krueng Peuto kembali meluap, menyusup perlahan ke halaman rumah, lalu meninggi hingga mencapai satu meter lebih. Dalam hitungan jam, banjir kembali merendam tiga desa di Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara: Desa Krueng LT, Kumbang LT, dan Dayah LT.

Bagi warga, banjir kali ini bukan lagi peristiwa mengejutkan. Ia datang seperti tamu lama yang tak diundang, tetapi sudah terlalu sering singgah. Ini menjadi banjir kedua sepanjang Mei. Sebelumnya, awal bulan lalu, air juga merendam rumah-rumah warga dan memaksa aktivitas sehari-hari terhenti. Anak-anak tak leluasa bermain, sebagian warga kesulitan bekerja, sementara perabot rumah tangga kembali dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi.

Di Desa Kumbang LT, sebanyak 210 kepala keluarga terdampak. Sementara di Desa Krueng LT tercatat 93 kepala keluarga dan Desa Dayah LT sebanyak 97 kepala keluarga ikut merasakan dampaknya. Angka-angka itu mungkin hanya data, tetapi di baliknya ada keluarga yang berkali-kali harus membersihkan lumpur, menyelamatkan barang, dan menata ulang kehidupan yang berulang kali diacak banjir.

Camat Lhoksukon, Kamaruddin KS, mengatakan luapan Krueng Peuto terjadi sekitar pukul 00.00 WIB akibat intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Selain merendam permukiman, banjir juga menghambat akses jalan lintas Cot Girek–Lhoksukon. Meski demikian, kondisi air kini mulai surut dan warga perlahan kembali ke rumah masing-masing.

“Saat ini banjir sudah surut dan warga mulai membersihkan sisa lumpur di rumah mereka, kata Kamaruddin saat dikonfirmasi.

Namun bagi warga, pekerjaan membersihkan rumah hanyalah bagian kecil dari persoalan yang lebih panjang. Mereka merasa hidup dalam siklus yang sama: hujan turun, sungai meluap, rumah terendam, lalu menunggu banjir berikutnya datang. Kekhawatiran terbesar bukan sekadar air yang masuk ke rumah, tetapi ketidakpastian kapan kondisi ini akan berakhir.

Sejumlah warga menilai banjir berulang dipicu kerusakan tanggul di beberapa titik sepanjang aliran Krueng Peuto yang sudah lama belum ditangani secara maksimal. Harapan mereka sederhana, perbaikan segera dilakukan agar banjir tidak terus menjadi bagian dari rutinitas tahunan.

“Kami berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul supaya banjir tidak terus berulang dan merugikan masyarakat,” ujar seorang warga.

Di tiga desa itu, air memang mulai surut. Jalan perlahan kembali terlihat. Lumpur dibersihkan dari lantai rumah. Namun rasa lelah menghadapi banjir berkali-kali masih tertinggal. Sebab bagi warga di tepian Krueng Peuto, yang paling berat bukan saat air datang, melainkan ketika mereka menyadari banjir berikutnya mungkin hanya tinggal menunggu hujan berikut turun.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa. Pemerintah kecamatan masih terus memantau kondisi di wilayah terdampak. Namun bagi ratusan keluarga di Lhoksukon, pertanyaan yang tersisa masih sama: sampai kapan mereka harus berdamai dengan banjir yang terus berulang?

|AMAR

Bagikan Postingan
Sambo

Recent Posts

Simpang Ulim Jadi Pusat Takbir Keliling Idul Adha, Bupati Al- Farlaky Ajak Meriahkan Syiar Islam

Aceh Timur – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si mengajak seluruh masyarakat untuk…

3 hours ago

Pemkab Aceh Timur Serahkan Ribuan Data Korban Bencana Tahap II ke Kemendagri

IDI — Pemerintah Kabupaten Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus mempercepat proses pemulihan pascabencana dengan menyerahkan…

10 hours ago

Warga Imbau Tidak Dekati Area Sumur Bor Gas di Blang Rubek

ACEH UTARA – Warga memasang spanduk larangan mendekati area sumur bor gas di kawasan perkebunan…

12 hours ago

Saat TA Khalid Video Call Menteri PU, Percepat Pembangunan Jembatan Sawang Aceh Utara

Harapan baru mulai menyelimuti warga Desa Gunci dan Desa Sawang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara,…

12 hours ago

Listrik Padam, Warga Aceh; PLN Harus Ganti Rugi…

LHOKSUKON— Sejumlah masyarakat di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh mengeluh akan pemadaman…

1 day ago

Nah Lo, 80 Jiwa Mengungsi karena Semburan Api di Aceh Utara

LHOKSUKON– Sebanyak 80 jiwa warga Desa Blang Reubek, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh,…

2 days ago

This website uses cookies.