Categories: News

Panwaslu Aceh Temukan Warga Nyoblos hingga 10 Kali

BANDA ACEH | Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih/Bawaslu) Aceh menemukan sejumlah kecurangan yang terjadi saat proses pemungutan suara kemarin. Bahkan, ada saksi di satu TPS di Aceh Utara yang mencoblos hingga 10 kali.

“Di TPS 97 Matang Ulim, saksi Parnas dan Parlok ada 2 Parlok dan 3 Parnas itu melakukan pencoblosan lebih dari 1 kali. Saksi itu ada penduduk setempat dan luar desa. Bahkan ada 10 kali yang melakukan pencoblosan,” ujar kata Komisioner Panwaslih Aceh Marini kepada wartawan, Kamis (18/4/2019).

Namun, ketika pemilik form C6 asli datang ke TPS untuk mencoblos, namanya sudah dipakai orang lain. Hal itu terjadi di TPS 8 Kampung Keramat, Kecamatan Kuta Alam.Panwas juga menemukan kecurangan di Banda Aceh, seperti adanya penggunaan form C6 atau surat undangan yang dipakai bukan oleh pemilik asli. Menurutnya, form C6 dipalsukan agar dapat mencoblos.

Sementara itu, kecurangan yang ditemukan di TPS di Aceh besar adalah ketua KPPS memberikan form C6 kepada orang tidak berhak untuk mencoblos calon tertentu. Pelanggaran itu dilakukan saat saksi dan Panwas sedang beristirahat.

“Form C6 diberikan ketua KPPS kepada masyarakat yang tidak memiliki dokumen dan namanya tidak terdaftar dalam DPT maupun DPTb,” jelas Ketua Divisi Pengawasan Panwaslih Aceh ini.

Sementara itu, di Gayo Lues ditemukan pemilih yang terdaftar dalam DPTb dan menggunakan form A5 diberi lima surat suara. Seharusnya, pemilih tersebut hanya dapat mencoblos calon presiden karena pindahan antarprovinsi.

Menurutnya, secara umum, pelaksanaan pemungutan suara di Aceh berjalan lancar. Namun dia memberikan beberapa catatan, terutama terkait dengan distribusi logistik pemilu ke TPS-TPS.

“Ada juga TPS yang kekurangan surat suara sehingga harus mengambil ke TPS terdekat atau kecamatan terdekat. Itu menjadi catatan khusus kami,” ungkapnya.

|DTC

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Murid Jatuh Menyeberang Rakit, Disdik Aceh Utara ; Berlakukan Kurikulum Darurat, Keselamatan Murid Paling Utama

LHOKSUKON– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh memberlakukan kurikulum darurat untuk sekolah…

12 hours ago

Bupati Al- Farlaky Kukuhkan Pengurus DPC APDESI Aceh Timur 2026-2031

ACEH TIMUR — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, melantik Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi…

13 hours ago

Menempati Hunian Alakadar di Aceh Utara…

LHOKSUKON – Sejumlah penyintas banjir duduk di dalam hunian sementara (Huntara) di Desa Matang Bayu,…

19 hours ago

Para Kepala Desa Desak Pembangunan Huntap di Aceh Utara

Keuchik (Kepala Desa) Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Mansur, mendesak pemerintah…

2 days ago

PNL Perluas Kemitraan Internasional melalui Kolaborasi Strategis dengan Industri dan Institusi Pendidikan di Malaysia

MALAYSIA - Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus memperkuat peran strategisnya dalam pengembangan pendidikan tinggi vokasi…

2 days ago

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Hadirkan Pasar Murah untuk 1.000 Warga di Padang

Padang– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung…

4 days ago

This website uses cookies.