UncategorizedDerita Orang Utan di Subulussalam

Derita Orang Utan di Subulussalam

SUBULUSSALAM | Seekor orang utan berusia tujuh tahun yang terjebak di perkebunan sawit milik warga di Subulussalam, Aceh. Kondisi primata itu memprihatinkan karena mengalami gizi buruk.

“Dari hasil pemeriksaan fisik diketahui orang utan tersebut berumur lebih kurang 7 tahun dan berjenis kelamin betina. Kondisinya malnutrisi (kurus) dan kondisi tangan sebelah kanan yang kurang gerak,” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Sapto Aji Prabowo kepada wartawan, Jumat (22/3/2019).

Usai diselamatkan pada Rabu (20/3) lalu, orang utan tersebut diberi nama Pertiwi. Berdasarkan pemeriksaan, berat badan satwa dilindungi tersebut seberat 5 kilogram.Proses evakuasi satwa itu berawal dari informasi yang diperoleh tim BKSDA terkait adanya orang utan terjebak di tengah perkebunan sawit warga. Tim meluncur ke lokasi dan melakukan pengecekan pada Selasa (19/3).

“Lokasi orang utan ini di kebun berstatus APL dan berjarak lebih kurang 10 km dari SM Rawa Singkil,” jelas Sapto.

Sehari berselang, tim evakuasi terdiri dari HOCRU dan BKSDA kembali ke lokasi dan melakukan evakuasi. Untuk mengevakuasi orangutan tersebut, tim HOCRU memutuskan tidak menggunakan tembakan bius karena kondisinya yang kurus dan kecil sehingga di takutkan akan mengenai organ vital.

“Tim memutuskan untuk melakukan pemotongan pohon akses dan menggiring orang utan ke pohon yang rendah. Tim kemudian memotong pohon yang rendah tersebut untuk kemudian menangkap orang utan,” beber Sapto.Saat tiba di lokasi, tim langsung mencari keberadaan orang utan dan tim menemukan satu individu orang utan di dalam sarang. Namun karena hari sudah sore, tim memutuskan menunda evakuasi.

“Setelah orang utan berhasil ditangkap baru kemudian dilakukan pembiusan untuk tujuan pemeriksaan kondisi tubuh orang utan. Orang utan terbius pada pukul 11.50 WIB dan tim membawanya ke kandang transport untuk pemeriksaan fisik,” ujar Sapto.

Usai dievakuasi, orang utan itu dievakuasi ke Sibolangit, Sumatera Utara. Sapto menjelaskan, karena orang utan dalam kondisi malnutrisi dan perlu pemeriksaan pada tangan kanan yang kurang responsif, satwa tersebut harus dibawa ke karantina SOCP di Sibolangit.

“Tim akan memantau dan mencari kemungkinan keberadaan orang utan lainnya yang terisolir di Dusun Rikit Desa Namo Buaya Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam,” jelas Sapto. |DTC

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Cerita Petani Aceh Pascabanjir, Berjuang Pulihkan Sawah Sendiri, Hingga Ganti Padi jadi Sawit

Anzikri (28) warga Desa Blang Reuling Kecamatan Sawang, Kabupaten...

Pencuri Nekat, KBO Satlantas Aceh Timur Dihantam Batu

ACEH TIMUR — Aksi dugaan pencurian kabel tower HT...

Bupati Al-Farlaky dan Kapolres Perkuat Sinergi Pembangunan dan Kamtibmas Aceh Timur

ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky,...

BPBD Mengaku Tak Dilibatkan dalam Pembangunan Rumah Penyintas Banjir Aceh Utara

LHOKSUKON- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara,...

Lobi Bupati Al- Farlaky, Pembudidaya Tambak Terima Benur Udang Vaname dari KKP

PEUREULAK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mulai mendorong pemulihan...