Categories: News

Warga Ketakutan, Buaya 2,8 Meter Ditangkap dengan Perangkap di Aceh Selatan

BANDA ACEH | Seekor buaya muara sepanjang 2,8 meter ditangkap warga di Desa Ujung Mangki Kecamatan Bakongan Kabupaten Aceh Selatan. Satwa liar tersebut tertangkap setelah enam hari perangkap dipasang.

“Upaya pencegahan ini berawal dari laporan masyarakat pada tanggal 23 Februari 2019 terkait adanya kemunculan buaya muara yang terlihat di sekitar tempat tinggal mereka,” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Sapto Aji Prabowo kepada wartawan, Selasa (5/3/2019).

BACA JUGA : Dianiaya, Siswa Sekolah Perikanan Aceh Ditemukan Tewas

Sehari berselang, 15 personel BKSDA meluncur ke lokasi. Petugas membawa perangkap besi untuk menangkap buaya. Setelah dibantu warga, perangkap dipasang pada 26 Februari dilokasi buaya sering muncul.
Tiga hari usai dipasang perangkap, buaya muara tak pernah muncul lagi. Petugas memutuskan meninggalkan lokasi. Namun warga setempat meminta agar perangkap tetap berada di lokasi sampai satwa tersebut ditangkap.

“Pada 4 Maret 2019 akhirnya buaya muara tersebut masuk perangkap yang dipasang oleh tim BKSDA Aceh. Menurut keterangan masyarakat buaya yang masuk perangkap tersebut merupakan yang selama ini muncul disekitar pemukiman di wilayah tersebut,” jelas Sapto.

Setelah ditangkap, buaya berukuran panjang sekitar 2,8 meter itu selanjutnya dibawa ke BKSDA Aceh untuk diamankan. Menurut Sapto, buaya tersebut rencananya akan dilepas di lokasi yang memungkinkan.

“Atau nanti dititipakn ke Lembaga Konservasi yang ada di Provinsi Aceh. Tujuannya manjadi bagian dari upaya mengedukasi masyarakat tentang arti penting satwa liar bagi kehidupan dibumi dengan berwisata pendidikan konservasi di lembaga tersebut,” jelas Sapto.

Warga setempat, kata Sapto, mengaku kembali tenang setelah buaya tertangkap. Soalnya, sebelumnya masyarakat cemas dengan kemunculan buaya tersebut.

“Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh sangat berterimakasih atas apa yang telah dilakukan warga dengan melaporkan kemunculan buaya muara tersebut. Sehingga upaya pencegahan sehingga tidak sampai menimbulkan dampak negatif baik bagi satwa maupun masyarakat,” ungkap Sapto. |DTC

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Listrik Padam Berulang di Aceh, Hak Masyarakat yang Terabaikan

Pemadaman listrik yang masih kerap terjadi di berbagai wilayah Aceh merupakan persoalan serius yang tidak…

6 hours ago

SMA N 1 Idi Rayeuk Juara Piala Bupati Al-Farlaky 2026

Turnamen Terheboh Sepanjang Pergelaran Event Aceh Timur – SMA Negeri 1 Idi Rayeuk akhirnya keluar…

7 hours ago

Pemkab Aceh Timur Salurkan Dana Stimulan Rumah Rusak Gempa, Total Anggaran Capai Rp118,9 Miliar

ACEH TIMUR – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus mempercepat penyaluran dana stimulan bagi masyarakat yang…

15 hours ago

Perjuangan Asnah Mengayuh Mimpi Menyentuh Hati Bupati Aceh Timur

Pagi masih muda ketika Asnah mengayuh sepeda tuanya menyusuri jalan dari Desa Dama Pulo menuju…

17 hours ago

Menko Zulhas: Pupuk Subsidi Tiba Sebelum Waktu Tanam

Pontianak - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan melalui program "Rembuk Tani" di Pontianak, Jumat…

18 hours ago

Konsisten Gelar Operasi Katarak Gratis, Pupuk Kujang Ingin Berkontribusi Menurunkan Angka Kebutaan Masyarakat

JAKARTA | Pupuk Kujang, anak usaha Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen untuk terus berperan dalam pengentasan…

2 days ago

This website uses cookies.