Categories: Sosok

Bilal bin Rabah: Disebut Nama Muhammad, Tak Tahan Meneruskan Azan

Tanda seseorang jatuh cinta adalah jika disebut nama kekasihnya maka akan bergetar hatinya. Bukan sebaliknya, kepada orang yang dicintainya malah memaksa ingin selalu dituruti kamauannya.

Bilal bin Rabah adalah sosok sahabat yang mencintai Rasulullah lebih dari segala-galanya. Baginya mencintai baginda Nabi sama halnya mencintai Allah Swt. Karena besar rasa cintanya kepada Rasulullah, dikisahkan Bilal bin Rabah terakhir melakukan azan tidak pernah tuntas hingga ajalnya datang.

Ada beberapa versi riwayat yang menyebutkan terakhir kalinya Bilal bin Rabah mengumandangkan suara azan. Ada yang menyebut beliau terakhir azan pada saat dimohon oleh Hasan dan Husain. Setelah beliau berziarah ke makam Rasulullah, dengan mata lebam beliau mendekati kedua cucu Nabi dan memeluknya erat-erat. “Aku merindukan Nabi,” katanya lirih.

BACA JUGA : Di Balik Cerita, Ayah Hadiri Wisuda Almarhumah Putrinya di Aceh

Hasan dan Husain lalu berkata: “Wahai muazin Nabi, kami ingin engkau mengumandangkan azan sekali saja sesudah engkau lama tak azan semenjak Rasulullah wafat.” Atas permintaan cucu Rasulullah itu, Bilal bim Rabah terakhir mengumandangkan azan di Madinah.

Ada riwayat lain yang menyebutkan Bilal bin Rabah menyuarakan azan terakhir di kota Syam. Beliau tak dapat menolak permintaan khalifah Umar bin Khattab yang rindu mendengar suara dirinya setelah lama tak menggema semenjak Rasulullah wafat.

Semenjak Nabi Muhammad Saw wafat, Bilal bin Rabah disebutkan tidak mau mengumandangkan azan lagi. Beliau pernah diminta khalifah Abu Bakar untuk menjalankan tugasnya sebagai muazin, namun beliau tolak. “Wahai Khalifah, apa karena engkau memerdekakan aku, lalu aku harus menjadi muazin-mu!” tanyanya kepada Abu Bakar. Khalifah pertama itu tak dapat membujuk sebab Bilal terlanjur jatuh cinta kepada Rasulullah.

Terakhir kali Bilal menyuarakan azan, baik menurut versi permintaan Hasan-Husain maupun versi permohonan Umar, beliau disebut terhenti dan tidak dilanjutkan sampai sekarang. Bilal bin Rabah terhenti menyuarakan azan pada saat melafalkan kalimat “asyahadu anna Muhammadar Rasulullah”.

Suaranya tersendat-sendat karena tak kuasa menahan isak tangis dan gejolak jiwanya yang sangat merindukan Nabi Muhammad. Beliau coba mengulang kalimat “”asyahadu anna muhammad” tapi lagi-lagi suaranya hilang, tenggelam larut dalam aliran air mata rindu cintanya kepada Nabi.

Seketika itu pula, sahabat-sahabat Rasul yang menyaksikan kumandang azan terakhir Bilal bin Rabah yang tak berkelanjutan itu menangis semua. Tak terkecuali Umar bin Khattab yanga suara tangisannya meledak kencang. Tak pernah Umar bin Khattab menangis sekencang itu kecuali pada saat menyaksikan Bilal bin Rabah tak sanggup menyebut nama Muhammad dalam azannya.

Itulah bentuk rasa cinta. Hati bergetar kencang ketika disebut nama yang dicintainya. Bukan berlebihan menuntutnya, apalagi memaksanya. |Ishom el Saha

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Bupati Aceh Timur Tegas: Domino Dilarang, Celana Pendek Pria Tak Boleh Berkeliaran di Tempat Umum

ACEH TIMUR — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengeluarkan kebijakan tegas untuk menjaga penerapan…

1 hour ago

Yuk Ngopi Cantik di ACE INN Hotel Banda Aceh

BANDA ACEH — Menikmati kopi dan hidangan sambil bersantai kini menjadi salah satu pilihan masyarakat…

22 hours ago

Mengintip Peran Strategis Rekind dalam Pembangunan Pabrik Soda Ash Pertama di Indonesia

Di balik pembangunan Pabrik Soda Ash pertama di Indonesia terselip peran strategis PT Rekayasa Industri…

22 hours ago

Berbulan-bulan Bertahan di Tenda, Enam KK Korban Banjir Blang Peuria Menanti Kepastian Hunian

ACEH UTARA — Banjir yang melanda Desa Blang Peuria, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, pada 26…

1 day ago

14 Rumah Penyintas Banjir Aceh Utara Terbelangkalai, BNPB Angkat Bicara

LHOKSUKON- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI berjanji menyelesaikan pembangunan 14 rumah atau hunian tetap…

2 days ago

Ketua TP-PKK Kabupaten Aceh Timur Borong Tiga Penghargaan Di Banda Aceh

Banda Aceh – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Aceh Timur, Ny. Dr. Lismawani Iskandar Al-Farlaky,…

2 days ago

This website uses cookies.