Categories: Artikel

Kenapa Kitab Kuning Melegenda (?)

Santri memuliakan kitab kuning seringkali dianggap berlebihan. Padahal ada rahasia yang tak banyak dipahami orang tentang melegendanya kitab kuning.

Kalau tak percaya, dari abad 1 Hijriyah sudah lahir dari rahim intelektual Muslim banyak karya tulis. Tetapi kenapa ada yang “tenggelam” dan ada yang tetap masyhur dibaca generasi sekarang.

Untuk memahami rahasianya, di bawah ini disebutkan testimoni dalam kitab Ayqadh al-Himam fi Syarh al-Hikam, halaman 258:

“Kalau ingin pesan dan karyamu tetap dikaji oleh lintas generasi, maka jauhkan apa yang ada dalam otakmu dari susunan bahasa ibumu!” Pesan al-Arabi kepada muridnya al-Arif Ahmad al-Hasani.

BACA JUGA : Promo Wisata, Bener Meriah Luncurkan TVC

“Jika ternyata dengan cara ini kamu tidak bisa menorehkan gagasanmu maka jangan mimpi pesanku dan karyamu dapat sampai dan dibaca lintas generasi seperti karya-karya agung al-Ghazali, al-Syasytiri, al-Syazdili dsb,” kata al-Arabi.

“Karya-karya mereka tetap dikaji sampai sekarang sekalipun orangnya sudah wafat sebab gagasan mereka disampaikan tak terikat dengan struktur bahasa keseharian mereka.”

“Inilah yang disebut “Kamalul Kamal” yaitu pesan orang-orang yang telah mencapai spiritualitas sempurna. Mereka menyampaikan isi otaknya bukan dengan lisan: tetapi yang terpenting lewat daya intuitif-spiritualnya.” Demikian dijelaskan al-Arif billah Ahmad al-Hasani.

Pengaruh kuat daya intuitif-spiritual di balik ketenaran kitab kuning dapat dipelajari melalui cerita-cerita yang mutawatir, seperti legenda kitab al-Ajrumiyyah karya Imam al-Shanhaji, Alfiyah Ibnu Malik, dan Aqidatul Awwam karya Sayyid Ahmad al-Marzuki.

Konon setelah menyelesaikan mengarang kitab al-Ajrumiyyah, Imam al-Shanhaji membuang karangannya ke dasar laut. Beliau berkata: “Jika kitab ini membawa manfaat, sekalipun sudah dibuang di dasar laut, pasti akan kembali dan dibaca orang.” Perkataan itu terbukti sebab nyatanya kitab al-Ajrumiyyah masih diterbitkan dan dibaca oleh jutaan santri di dunia.

Pengalaman berbeda terjadi pada Ibnu Malik saat telah menyelesaikan menyusun bait-bait Alfiyah. Tiba-tiba yang sudah tersusun rapi itu hilang dari ingatan sebab dalam hatinya ada rasa membanggakan diri. Beliau ingin mengalahkan kepopuleran Alfiyah Ibnu Mu’thi. Beliau pun bertaubat dan ziarah ke makam Ibnu Mu’thi, maka barulah Alfiah Ibnu Malik seketika hadir dalam ingatan kembali sampai melegenda menjadi ilmu alat bagi santri kelas tinggi.

Begitu juga kitab Aqidatul Awwam, konon sudah pernah diselesaikan belasan tahun lamanya. Selama masa itu pula karangan ini ditinggalkan dan tidak diperhatikan oleh pengarangnya. Hingga suatu saat ketika Sayyid Ahmad al-Marzuki pergi haji, beliau bermimpi ketemu Rasulullah yang berpesan agar Aqidatul Awwam yang belasan tahun terpendam diajarkan kepada jamaah haji.

Dikarenakan kitab ini disusun dengan kekuatan daya intuitif-spiritual, maka yang seharusnya tak diingat Sayyid Ahmad al-Marzuki mampu menyampaikan 100% materi kitab itu sama persis dengan yang pernah beliau susun belasan tahun sebelumnya.

Itulah rahasia legendarisnya kitab kuning yang sekarang masih dikaji di pesantren.

M Ishom el-Saha

Bagikan Postingan
Redaksi

Dapatkan berita terbaru dari Bakata.id dengan berlangganan notifikasi portal berita ini.

Recent Posts

Komisaris dan Direktur Pertamina Patra Niaga Pastikan Keandalan Layanan SPBU

Medan – Sebagai bentuk komitmen dalam memastikan keandalan layanan energi kepada masyarakat, Pertamina Patra Niaga…

4 hours ago

Kebijakan RSU Cut Meutia Akan Diserahkan ke Pemko Lhokseumawe, Bupati Ayahwa : Belum Diserahkan Sebelum RSU Mukhtar Hasbi Refresentatif

LHOKSUKON – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh merespon pemberitaan tentang rencana penyerahan operasional dan…

4 hours ago

Sidak Pertamina Niaga di Banda Aceh, Pelaku Kabur Lihat Aparat

Banda Aceh – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bersama Pemerintah Provinsi Aceh dan Aparat…

21 hours ago

Lantik 21 Kasek dan 8 Kapus, Bupati Al-Farlaky: Siap Diganti Jika Tak Berkinerja

Aceh Timur – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., kembali melantik dan mengambil…

21 hours ago

Pesona Baru Pantai Bangka Jaya di Sudut Aceh Utara

Matahari tepat berada ditengah kepala, Kamis (30/7/2026). Debur air laut dengan hembusan angin tipis-tipis menimbulkan…

1 day ago

Queen Parrona Hotel by Sativa Tawarkan Pengalaman Menginap Berbeda, Satu-Satunya Hotel di Siborongborong dengan Private Balcon

Kawasan Danau Toba terus berkembang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia. Seiring meningkatnya kunjungan…

1 day ago

This website uses cookies.