KH Ma'ruf Amin
ACEH UTARA | Keluarga dari tersangka S (31) yang mengedit wajah calon wakil presiden Ma’ruf Amin meminta maaf pada publik dan pasangan calon presiden Joko Widodo itu. Tersangka mengedit foto Ma’ruf Amin dan memberi kostum sinterklas.
Permohonan maaf itu disampaikan Tgk Bahauddin, paman tersangka S saat berbicara pada sejumlah awak media di Lhokseumawe, Jumat (28/12/2018).
“Kami mohon maaf atas nama keluarga. Saya yakin perbuatan itu tidak terencana, apalagi dia selama ini tidak terlibat politik praktis,” kata Tgk Bahauddin.
BACA JUGA : Pengedit Wajah Ma’ruf Amin Berkonstum Sinterklas ke Polda Aceh
Dia meminta agar KH Ma’ruf Amin memaafkan keponakannya tersebut. Selain itu, sambung Bahauddin, selama ini, tersangka S tidak pernah tersangkut kasus hukum.
Dia, sambungnya hanya mengajar mengaji di salah satu pesantren di Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Sejak 15 tahun terakhir, S diketahui menetap di pesantren hingga menjadi guru mengaji. Aktivitas sehari-hari pria itu tidak tersangkut dalam urusan politik.
“Saya mohon dimaafkan. Mungkin nanti S juga akan membuat pernyataan permintaan maaf secara pribadi,” ungkap Tgk Bahauddin.
Sebelumnya diberitakan, polisi menahan S, tersangka pengedit video Ma’ruf Amin berkostum sinterklas. Kini, penyidikan kasus itu di tangan Polda Aceh. Kemarin, tersangka dibawa dari Polres Lhokseumawe ke Polda Aceh di Banda Aceh. |KCM
Aceh – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus mengoptimalkan penyaluran BBM di wilayah Aceh guna…
Aceh Timur – Medco E&P Malaka (Medco E&P) bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) kembali…
Di balik aktivitas pengeboran sumur minyak tradisional yang menjadi penopang ekonomi sebagian warga Aceh Timur,…
Surabaya – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) di tingkat nasional. Dua…
Medan– Distribusi BBM di wilayah Sumatera Utara terus menunjukkan kondisi yang semakin normal. Berbagai langkah…
Aceh Timur– Kasus kekerasan terhadap anak yang terus menjadi sorotan publik mendapat perhatian serius dari…
This website uses cookies.