ACEH UTARA – Pemberlakuan jam malam berdampak pada angkutan umum di Aceh. Informasi yang diperoleh dari Terminal Tipe A Lhokseumawe menyebutkan sebelum pemberlakukan jam malam terminal itu memberangkatkan 15 bus jurusan Medan, dari kondisi normal 70 bus.
Dua hari terakhir, sejak pemberlakuan jam malam, hanya delapan bus yang berangkat menuju Medan, Sumatera Utara.
Kordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Lhokseumawe, Siti Nurhasyimah dihubungi per telepon, Selasa (31/3/2020) menyebutkan, minat masyarakat Aceh menuju Medan, jauh berkurang selama wabah virus corona (Covid-19). Apalagi, Lhokeumawe dan Medan masuk sebagai zona merah virus tersebut.
“Kalau dulu, saat normal kita berangkatkan 70 bus. Sekarang sejak jam malam, kemarin saya cek itu hanya delapan bus. Hari ini malah belum satu pun yang berangkat,” kata Siti.
Dia menyebutkan, jasa angkutan mempertimbangkan jumlah penumpang dan keperluannya ke Medan, Sumatera Utara. Jika penumpang penuh, maka bus akan diberangkatkan. Jika tidak, akan dijadwalkan ulang pemberangkatan penumpang.
“Hari ini saya cek, penumpang yang mau ke Medan itu baru empat orang. Dipastikan itu tidak jadi berangkat,” katanya.
Pengusaha angkutan, sambung Siti juga berhitung biaya operasional yang harus dikeluarkan jika penumpang tidak memadai. “Kami juga imbau agar jangan berpergian dulu, kecuali sangat mendesak. Misalnya membawa orang sakit ke Medan atau membeli kebutuhan logistik yang memang barang itu hanya ada di Medan dan tak bisa by phone,” pungkasnya.
Sebelumnya, dua hari terakhir Pemerintah Aceh memberlakukan jam malam sejak pukul 20.30 hingga pukul 05.00 WIB. Upaya itu sebagai tindakan isolasi warga memutus rantai penyebaran virus corona.
|KCM

Subscribe to my channel

