EdukasiSehari di Kenduri Buku SMA Sukma...

Sehari di Kenduri Buku SMA Sukma…

SEKOLAH Sukma Bangsa Lhokseumawe, Aceh, menggelar Kenduri Buku, pada hari selasa, 3 Maret 2020. Ada 2 kegiatan inti dalam kenduri buku tersebut. Pertama, Launching Buku karya Guru dan Siswa; kedua, Bedah Buku karya guru.

Kegiatan yang berlangsung di selasar sekolah, dihadiri dari beragam unsur: Universitas, Dinas Pendidikan, Pengawas Sekolah, pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI), pegiat Forum Aceh Menulis, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lhokseumawe, wali murid, dan seluruh siswa Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe.

Kepala Cabang dinas Pendidikan wilayah kota Lhokseumawe, yang diwakili oleh Jamaluddin, M.Pd., menyampaikan rasa bangganya pada kegiatan Kenduri Buku. Sangat jarang ada sekolah yang melaksanakan kenduri buku. Umumnya di Aceh, jika kenduri, pasti makan-makan.

“Ini baru pertama saya menghadiri kenduri yang bukan makan-makan. Kami dari Cabang Dinas Pendidikan kota Lhokseumawe, menyampaikan rasa bangga kepada seluruh guru dan siswa atas karya luar biasa ini. Selamat untuk semua penulis” ucap Jamaluddin dalam sambutannya.

Euis Putri Rahmadhani, sebagai perwakilan penulis dari siswa, menyampaikan kebanggaanya menjadi siswa Sekolah Sukma Bangsa. Ia menilai sekolah Sukma adalah sekolah rujukan literasi di Aceh. Melalui program liteasi sekolah, ia dan teman-temannya menjadi terbiasa membaca dan menulis buku.

“Setiap hari selama 30 menit, kami diajak oleh guru-guru untuk membaca buku. Di akhir sesi baca buku, kami berdiskusi hasil bacaan, dan menulis reading log. Rasanya tidak sah dalam sehari itu jika tidak membaca dan menulis” papar Euis.

Selain itu, Kepala SMAS Sukma Bangsa Lhokseumawe, Zubir, S.Si, menyebutkan program menerbitkan buku sudah direncanakan jauh-jauh hari. Yaitu dengan membentuk tim literasi sekolah, dan mengontrol kegiatan literasi siswa, yang dilaksanakan di pagi hari pada pukul 07.30 sampai dengan pukul 08.00 wib.

“Buku yang diterbitkan hari ini telah kami rencanakan jauh-jauh hari. Membentuk tim literasi dan menjalankan program-programnya. Alhamdulillah, 7 buku karya siswa dan 5 buku karya guru, kami persembahkan untuk Aceh, untuk Indonesia” tutup Zubir sekaligus dengan resmi me-launching 12 buku.

Kegiatan Kenduri Buku juga diisi dengan beragam penampilan seni dari siswa. Mulai dari tari likok pulo, tari guel, tari didong, tari seudati, tarek pukat, hingga rapai. Kegiatan berlangsung khidmat dan meriah.

Kegiatan ditutup dengan bedah buku pada sore hari, pukul 14.00 s.d. 16.00 wib. Tim pembedah adalah pakar kepenulisan dari Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe. Yaitu Ayi Jufridar dan Teuku Kemal Fasya. Kegiatan bedah buku dihadiri oleh 80 peserta dari kalangan guru, pegiat literasi, dan masyarakat umum.

|RIL

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Bupati Al-Farlaky Tinjau Jaringan Irigasi Rusak Pascabanjir

Aceh Timur – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky,...

30 SPPG di Aceh Utara Tutup Sementara, 60 Ribu Murid Tidak Terlayani

LHOKSUKON - Sebanyak 30 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)...

Presiden Prabowo Harus Bertindak: Saatnya Dosen PPPK Diangkat Menjadi PNS

LHOKSEUMAWE – Dukungan Komisi X DPR RI terhadap pengalihan...

7 Bulan Pascabanjir, Sekolah Aceh Utara Belajar di Lantai, Usulan Telah Dikirim ke Pusat

LHOKSUKON - Proses belajar mengajar di SDN 2 Langkahan,...

SPP UPMS I: Kenaikan Pertamax Menjadi Alarm bagi Penguatan Kedaulatan Energi Nasional

Medan– Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran I (SPP UPMS...