EdukasiPerguruan Tinggi Ujung Tombak Pembangunan Aceh

Perguruan Tinggi Ujung Tombak Pembangunan Aceh

BANDA ACEH |Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyambut baik kerjasama di bidang teknologi yang ditawarkan oleh Universitas Gadjah Mada. Menurutnya, kerjasama antara perguruan tinggi dan pemerintahan dalam pengembangan infrastruktur sudah menjadi tren terbaru dan juga mampu mewujudkan sistem pemerintahan yang lebih baik.

“Terimakasih kepada UGM sudah menjajakan kerjasama dengan rakyat Aceh, khususnya dengan pemerintah Aceh,” kata Nova saat menerima audiensi Lembaga Kerja Sama Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, di Aula P2K Setda Aceh, Banda Aceh, Jumat, 4/10.
Nova mengatakan, pemerintah Aceh sangat terbuka pada setiap tawaran kolaborasi yang dapat memberi dampak pada peningkatan mutu kehidupan rakyat Aceh. Menurutnya, kolaborasi tersebut sangat menarik, mengingat Aceh saat ini masih terus mengejar ketertinggalan yang diakibatkan oleh konflik berkepanjangan dan musibah besar tsunami.
“Saya tertarik (kolaborasi), karena saya dosen dan juga seorang Insinyur,” kata Nova.
Nova mengatakan, kolaborasi tersebut merupakan sebuah keniscayaan yang harus terus dirangkul dan diraih. Dalam hal keilmuan saat ini, kata Nova, pemerintah Aceh masih terus beriman kepada dua perguruan Tinggi Aceh yaitu Universitas Syiah Kuala dan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry sebagai lokomotif pemerintah Aceh dalam hal keilmuan.
“Tapi yang MoU secara resmi hanya Unsyiah dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), itu yang saya tahu,”ujarnya.
Karena itulah, jika kerjasama tersebut terjalin, Nova berharap kualitas mutu kehidupan masyarakat Aceh dapat terus meningkat kedepannya.
“ Melalui sistem dan program-program yang ditawarkan pihak UGM untuk pemerintah Aceh, saya yakin ini dapat mengakselerasi pengembangan dan kemajuan Aceh,”ujar dia.
Sementara itu, Perwakilan dari UGM Jarot Setyowiyoto, menyebutkan bahwa  kedatangannya semata hanya untuk menawarkan kerjasama bersama pemerintah Aceh. Sistem kerjasama tersebut, kata dia, nantinya akan dilakukan sesuai kebutuhan yang diinginkan pemerintah Aceh saat ini.
“Sistemnya bisa dalam bentuk pengabdian, dalam bentuk sistem, dan itu semua bisa dikomunikasikan sistem kerjasama mana yang ingin dilakukan,” kata Jarot.
Jika kerjasama tersebut disetujui, kata Jarot, nantinya pihak UGM akan meneliti dan  melihat situasi dan kondisi lapangan terlebih dahulu, agar seusai dengan harapan dan tepat sasaran. Mengingat kondisi Aceh memiliki sistem kepemerintahan yang unik dan khusus.
“Sistemnya nanti sepeti apa bisa dibicarakan lebih lanjut,  asal mau berembuk tentu bisa diselesaikan,” kata Jarot.
Ia kembali menegaskan, bahwa kunjungan tersebut bukan lah untuk menambah pundi-pundi keuangan, namun semata-mata hanya menawarkan program untuk pembangunan Negeri yang lebih baik dalam sistem pengabdian ataupun dalam bentuk pengembangan teknologi. |RI
Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Rekind Tegaskan Komitmen K3, Proyek Salak Unit 7 Capai 2 Juta Jam Kerja Aman

JAKARTA - Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan prioritas...

Bupati Al-Farlaky Hadiri Muzakarah Dayah Keude Dua

Disambut Hangat Ulama Kharismatik Aceh Aceh Timur – Bupati Aceh...

Pakar UI Ajak Mahasiswa Kenali Consent dan Lawan Kekerasan Digital

Lhokseumawe — Meningkatkan kesadaran terhadap kekerasan seksual di ruang...

Baru 1 Tahun 5 Bulan, Mualem Copot Mantan Jubir Pemenangan dari Direksi PT PEMA

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau akrab...

Lagi, Bupati Al-Farlaky Toreh Penghargaan ILMA 2026, Inovasi Fiskal dan Penanganan Bencana

Denpasar – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I.,...