WisataRasakan Sensasi Kari Bebek Lhokseumawe 

Rasakan Sensasi Kari Bebek Lhokseumawe 

Matahari tepat berada di atas kepala, saat saya, berhenti di depan bangunan rumah dan toko, di Jalan Samudera Baru, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Sabtu (13/4/2019). Bangunan bercat kream itu terpaut 20 meter dari Simpang Tugu, pusat Kota Lhokseumawe.

Di depan bangunan berukuran 4 x 10 meter itulah Mawardi (40) memulai bisnis kulinernya sepuluh tahun lalu. Dengan tiga karyawan, dia mengandalkan penjualan makan siang hingga makan malam.

Pria berbadan tambun ini awalnya merintis bisnis kuliner itu sendiri. “Istri yang masak, saya yang jual,” katanya mengenang awal mula berbisnis. Alumnus Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh, Aceh Utara, itu sama sekali awam akan bisnis kuliner. Tekadnya hanya satu, ingin memanjakan lidah pengunjung.

Lokasi itu pun disewa. Satu bangunan dengan harga Rp 10 juta per tahun.Sejak saat itu, setiap pukul 10.00 WIB, dia membuka warung dan tutup hingga tengah malam. Dalam sehari, Mawardi mengaku menghabiskan 30 kilogram beras.

“Sayurnya aneka macam, namun menjadi andalan itu kari bebek. Ini paling digemari,” ujarnya tersenyum.

Warga Desa Kampung Cina, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe itu pun optimis. Dia menghabiskan sampai 10 ekor bebek per hari. Bebek ini rasanya gurih, pedas dan tidak terlalu kental dengan santan. Sehingga kelezatan daging nan empuk dipadupadan dengan bumbu kari sungguh menggugah selera.

Seorang pengunjung Faukas Rachmatillah, menyebutkan untuk kari, lokasi itu menjadi pilihan. Bebeknya, pedas bebek itu khas di lidah. “Menggunakan cabai murni, tidak dicampur dengan merica,” katanya.

 

Bisa ambil sendiri

Layaknya warung makan Aceh pada umumnya, di sini pun, pengunjung dibolehkan mengambil sendiri menu yang diinginkan. Sejumlah menu semisal kari bebek, ikan goreng, udang dan lain sebagainya diatur berjejer di dalam rak. Pengunjung bisa mengambil menu yang disukai.

Untuk nasi, pedagang yang membubuhkannya ke dalam piring. Soal harga jangan khawatir, untuk menu ikan goreng dipatok Rp 12.000 per porsi. Sedangkan kari bebek Rp 15.000 per porsi.

Bagi Anda yang terbiasa makan dengan porsi kecil, tampaknya harus meminta nasi dikurangi pada pelayan yang membubuh nasi. “Saya bubuh sepenuhnya piring, kalau mau dikurangi ya boleh. Prinsipnya agar pelanggan kenyang,” terang Mawardi.

Untuk minuman, warung itu juga menyediakan aneka minuman segar, aneka jus hingga minuman saset cepat saji. Matahari semakin meninggi, beberapa pengunjung datang untuk menikmati kari bebek. Sebagian lagi memilih bungkus dan dibawa pulang.

Mawardi mulai sibuk melayani pembeli, hingga dinihari nanti. Penasaran rasa kari bebeknya, silakan berkunjung. |KCM

Bagikan Postingan

Postingan Terpopuler

Pilihan Untukmu

Helikopter Water Bombing Padamkan Tumpukan Kayu Sisa Banjir di Aceh Utara

LHOKSUKON- Helikopter water bombing akhirnya berhasil memadamkan api di...

Aceh Utara Usulkan 200 Formasi CPNS Tahun 2026

LHOKSUKON– Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mengusulkan sebanyak...

Kontraktor Pembangunan Huntap Korban Banjir Mengeluh Harga Semen Mahal di Aceh Utara

LHOKSUKON – Kontraktor pembangunan hunian tetap (Huntap) untuk penyintas...

Bukti TJSL Berdampak Nyata dan Berkelanjutan: Rekind Raih 2 Penghargaan Top CSR Award 2026

JAKARTA | PT Rekayasa Indsutri (Rekind) memperoleh dua penghargaan...

Kebakaran Kayu Sisa Banjir Belum Dipadamkan, Warga Minta Diberi Alat Berat Agar Api Tidak Menyebar

LHOKSUKON– Memasuki hari ketiga, kebakaran kayu sisa banjir di...